Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.379, Mencintai Kebaikan

Rojiful Mamduh • Kamis, 1 Mei 2025 | 12:09 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

Radarjombang.id - SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (30/4), Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang, KH Ainul Yakin, menjelaskan pentingnya berpegang pada kebaikan. ’’Allah SWT itu baik dan hanya mencintai hal yang baik,’’ tuturnya.

Suatu ketika ada sahabat yang tobat. Orang tuanya memiliki banyak kekayaan dari usaha jual beli minuman memabukkan. Sahabat itu bertanya; Apakah boleh kekayaan dari jual khomer itu digunakan untuk beramal saleh?

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menjawab; Allah SWT itu maha baik dan hanya menerima amal dari harta yang baik alias halal.

Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Ma'idah ayat 100. Katakanlah: 'Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka bertakwalah kepada Allah, wahai orang-orang yang berakal, agar kamu beruntung.

Ayat ini merupakan peringatan tegas bahwa kebaikan dan keburukan tidak akan pernah bisa disamakan, meskipun secara lahiriah keburukan tampak lebih banyak, lebih populer, atau lebih menggoda. Allah mengingatkan kita agar tidak tertipu dengan kuantitas atau gemerlapnya keburukan yang sering menipu mata dan hati.

Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu berkata: Kebenaran tidak diukur dengan banyaknya orang. Tetapi ukurlah manusia dengan kebenaran.

Hal ini menunjukkan bahwa panduan hidup seorang mukmin bukanlah opini mayoritas, tetapi wahyu dari Allah dan sunnah Rasul-Nya. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Dusta dianggap benar dan yang benar dianggap dusta, yang amanah dianggap khianat dan yang khianat dianggap amanah, dan Ruwaibidhah akan berbicara.

Para sahabat bertanya: Siapakah Ruwaibidhah itu? Rasulullah menjawab: "Orang bodoh yang berbicara tentang urusan umum.

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: Janganlah engkau terperdaya oleh banyaknya orang di sekelilingmu, karena engkau akan datang kepada Allah sendirian, beramal sendirian, dan dihisab sendirian.

Dikisahkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal suatu hari berjalan di pasar dan melihat banyak orang berkumpul mengerumuni seorang penyair yang fasih berbicara dan disukai orang. Murid beliau bertanya, "Wahai Imam, mengapa orang itu begitu dicintai banyak orang?"

Beliau menjawab: "Jangan tertipu oleh pujian manusia. Lihatlah pada amal dan akhlaknya, bukan pada ketenaran atau jumlah pengikutnya. Karena sesungguhnya, yang ramai belum tentu benar, dan yang sepi belum tentu salah. Mari jadikan ayat ini sebagai pedoman dalam mengambil keputusan, dalam memilih gaya hidup, hingga dalam menentukan teman dan lingkungan. Karena yang buruk dan yang baik tidak akan pernah sama, meski dunia mengemasnya dengan indah. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Bimbingan #mental #rohani #Jombang #polres jombang #Binrohtal