Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.373, Hidup Harus Seimbang

Anggi Fridianto • Kamis, 24 April 2025 | 11:44 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

Radarjombang.id - SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (23/4), Pengasuh PP Al-Fathimiyah Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdulloh Rif'an Nasir LC, menjelaskan pentingnya hidup seimbang.

’’Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam tidak ingin umatnya menghabiskan hidup dengan terus berpuasa di siang hari dan terus salat di malam hari tanpa menghiraukan kebutuhan jasmaninya,’’ tuturnya. 

 Suatu ketika, ada tiga orang lelaki datang ke rumah istri-istri Nabi SAW. Mereka bertanya bagaimana ibadahnya Nabi Muhammad SAW.

Mereka mendapat jawaban yang sangat menakjubkan. Rasulullah yang sudah diampuni seluruh dosa-dosanya ternyata amat giat beribadah. Ketiga lelaki inipun merasa amalnya selama ini tak ada apa-apanya dibanding amalan Nabi.

’’Apa artinya kita dibandingkan Nabi SAW, padahal Allah SWT telah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang?’’ begitu  pikirnya.

Mereka kemudian bertekad untuk memperbaiki diri secara total. Mereka bahkan berniat untuk berbuat baik hingga melampaui batas demi rasa malu melihat betapa hebatnya ibadah Rasulullah SAW.

Salah seorang diantara mereka berkata, ’’Aku akan salat malam selamanya.’’ Orang kedua mengatakan,’’Aku akan berpuasa sepanjang masa dan tidak akan pernah berbuka.’’ Orang ketiga mengatakan, ’’Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.’’

Nabi SAW mendengar janji mereka. Lantas Nabi bertanya; Apakah kalian yang mengatakan demikian dan demikian? ’’Benar Ya Rasulullah,’’ jawab mereka.

Nabi lalu bersabda; Demi Allah, sesungguhnya aku lebih takut kepada Allah dan lebih bertakwa daripada kalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka. Aku salat dan tidur, serta menikahi wanita.

Barangsiapa yang membenci sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku.

Bagi Rasulullah, janji ketiga orang tersebut bermasalah.

Salat malam dan puasa adalah ibadah yang mengandung kebaikan. Namun jika dilakukan melampaui batas, maka menjadi buruk.

Menghindari wanita dan melajang demi fokus ibadah kelihatannya baik. Namun bagi Rasulullah, justru menikah yang lebih baik karena itulah yang beliau contohkan. Tujuannya untuk memperbanyak keturunan.

Ibadah yang dilakukan dengan terlalu berambisi, justru bisa menyebabkan rasa bosan. Kalau sudah bosan, semangat ibadah turun. Lain ceritanya jika ibadah dilakukan dengan sewajarnya.

Tidak malas-malasan, juga tidak berlebihan. Hasilnya adalah ibadah dikerjakan dengan konsisten.

Bersikap moderat adalah bagian dari sunah rasul.

Termasuk dalam persoalan ibadah. Jangan sampai berlomba mendapat pahala, namun  justru mencelakakan diri sendiri dan tidak mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#ponpes bahrul ulum #Tambakberas #Jombang #Radar Jombang #Binrohtal