Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Nabi Muhammad Menganjurkan Manusia Tak Mudah Marah, Ternyata Ini Alasannya

Rojiful Mamduh • Kamis, 6 Februari 2025 | 15:13 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan pentingnya menahan marah.

Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (4/2).

’’Suatu ketika seorang sahabat minta nasihat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Nabi kemudian menasihatinya agar jangan marah. Nasihat itu diulang hingga tiga kali,’’ tuturnya.

Orang yang mampu mengendalikan amarahnya maka Allah SWT menutup aibnya dan diberi keamanan pada hari kiamat kelak.

Nabi bersabda: ’’Siapa yang meninggalkan amarahnya, Allah akan tutup aurat (kesalahan/kekurangan/aib)-nya. Siapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu melakukannya,

Allah ‘azza wa jalla akan memenuhi hatinya dengan rasa aman pada hari kiamat.

Orang hebat mampu menahan amarah. Rasulullah bersabda: ’’Orang yang kuat bukan yang jago dalam bergulat, tetapi yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.’’

Amarah adalah awal segala keburukan. Ketika tidak mampu mengendalikannya, keburukan pun dimulai. Rasulullah SAW bersabda, ’’Marah adalah awal segala keburukan.’’

Cara mengurangi intensitas amarah dan menghindari kecerobohannya adalah diam. Cara lainnya adalah dengan berwudu.

Nabi bersabda: Amarah dari setan, dan setan diciptakan dari api. Api dipadamkan dengan air. Maka jika salah satu dari kalian marah, maka ambil wudu.

Cara lainnya mengatasi amarah yakni mengubah posisi. Dari berdiri menjadi duduk atau berbaring.

Nabi adalah contoh hebat dalam menahan marah. Suatu ketika Nabi berdakwah ke Toif namun ditolak bahkan dilempari hingga berdarah.

Malaikat datang menawari hendak menimpakan gunung agar semua penduduk Toif mati. Namun Nabi menolak.

Nabi justru berkata; ’’Aku hanya berharap kepada Allah Subhaanahu Wata'ala, seandainya saat ini mereka tidak menerima Islam, semoga kelak di antara keturunan mereka akan lahir orang-orang yang menyembah dan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wata'ala.’’

Sejarah mencatat, dari daerah Toif kemudian banyak lahir orang-orang beriman. ’’Agar mudah meredam marah, perbanyak baca istigfar,’’ saran Habib Muhammad.

Tiap hari minimal baca istigfar 70 kali sebelum Asar. Ini bisa menghapus dosa selama 70 tahun.

Jika dosa orang itu sudah habis, maka menghapus dosa orang tuanya. Kemudian menghapus dosa keluarganya. Tetangganya dan orang-orang di sekitarnya. (jif/naz)

 

Editor : Achmad RW
#marah #menahan #Binrohtal #nabi muhammad