Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ulama Ajarkan Amalan Shalat dan Doa ini Untuk Dilakukan Pada Rebo Wekasan

Achmad RW • Selasa, 3 September 2024 | 21:40 WIB
Ilustrasi kegiatan berdoa. Dalam beberapa literatur islam, ada waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa
Ilustrasi kegiatan berdoa. Dalam beberapa literatur islam, ada waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa

RadarJombang.id - Rebo Wekasan, sebuah tradisi unik yang telah lama dijaga dan dirayakan oleh umat Islam di Indonesia, khususnya di Jawa.

Tradisi Rebo Wekasan merupakan manifestasi dari kekayaan budaya dan spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tradisi ini jatuh pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah, yang tahun ini bertepatan dengan tanggal 4 September 2024, atau 30 Safar 1446 Hijriah.

Sejarah dan Asal Usul Rebo Wekasan

Rabo Wekasan, juga dikenal sebagai Rabu Pungkasan, memiliki akar historis yang kuat sejak masa Wali Songo.

Pada masa itu, para ulama besar di tanah Jawa meyakini bahwa bulan Safar adalah bulan di mana Allah SWT menurunkan berbagai macam penyakit dan marabahaya.

Untuk itu, sebagai bentuk ikhtiar dan perlindungan, mereka mengadakan ritual khusus, yang kemudian dikenal sebagai Rabu Wekasan, dengan tujuan utama menolak bala.

Kata "Rebo" dalam bahasa Jawa berarti Rabu, sedangkan "Wekasan" berarti terakhir atau penutup.

Secara harfiah, Rabu Wekasan merujuk pada Rabu terakhir di bulan Safar.

Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim di Indonesia, yang memadukan antara nilai-nilai agama dengan budaya lokal.

Ritual dan Amalan dalam Rebo Wekasan

Dikutip dari NU Online, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Almaghfullah KH M Djamaluddin Ahmad menulis amalan Rebo Wekasan di kitab Al-Risalah Al-Badi'ah halaman 83.

Amalan ini berangkat dari kesaksian sebagian orang ahli makrifat termasuk orang yang ahli mukasyafah (orang yang bashirah sirrinya telah dibuka oleh Allah sehingga dapat mengetahui sesuatu yang gaib) dan ahli tamkin (orang yang sudah mapan di dalam derajat haqiqat/makrifat).

Mereka berkata bahwa setiap tahun Allah menurunkan bencana jumlahnya 320.000 bencana, kesemuanya diturunkan pada hari Rabu yang terakhir bulan Safar.

Pernyataan ini juga bisa dilihat di kitab Kanzun Najah was-Surur fi Fadhail al-Azminah wash-Shuhur karya Abdul Hamid Quds.

Tidak heran, banyak yang meyakini jika hari tersebut merupakan waktu terberat sepanjang tahun.

1. Salat sunnah mutlak untuk tolak bala'

Dalam kitab Al-Risalah Al-Badi'ah dianjurkan untuk shalat 4 rakaat dengan niat shalat mutlak:

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Tiap rakaatnya membaca:

Surat Al-Fatihah 1x

Surat Al-Kautsar 17x

Surat Al-Ikhlas 5x

Surat Al-Falaq 1x

Surat An-Naas 1x

Baca Juga: Ini Amalan Khusus dari Ulama di Bulan Rajab Supaya Rezeki Terjaga Selama Setahun ke Depan

2. Berdoa setelah salat

Pada Rebo Wekasan, memperbanyak doa menjadi salah satu kegiatan yang sangat dianjurkan.

Terdapat doa khusus yang dibaca untuk memohon perlindungan dari segala musibah yang mungkin turun pada hari tersebut.

Doa ini dipanjatkan dengan penuh harap agar Allah SWT melindungi diri dan keluarga dari segala bencana khususnya setelah salat sunnah mutlak sebelumnya.

1. Jika sendirian:

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوى، وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالَ، يَاعزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيع عَلَّقِكَ، اكْفِنِي مِنْ شَرِّ جَمِيع خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجملُ، يَا مُتفضِلُ، يَا مُنْعِمُ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لاَ إلهَ إِلَّا أَنْتَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

 اَللّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ، وَأَخِيْهِ، وَجَدِّهِ، وَأَبِيهِ، وَأُمِّهِ، وَبَنِيْهِ، اِكْفِنِي شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ، وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ، يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. 

2. Jika bersama-sama:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ القوى، وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالَ، يَا عَزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ، اِكْفِنَا مِنْ شَرِّ جَمِيعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجَمِّلُ، يَا مُتَفَضِلُ، يَا مُنْعِمُ يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لا إِلهَ إِلَّا أَنتَ ارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

 اللهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ، وَأَخِيهِ، وَجَدِّهِ، وَأُمِّهِ، وَبَنِيْهِ، اِكْفِنَا شَرَّ هَذَا اليوم.  وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ، يَا كَافِيَ الْمُهمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، فَسَيَكْفِيكَهُمُ الله وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلا بالله العلي العظيم، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

 

 

 

 

Editor : Achmad RW
#shalat #Ulama #tolak bala #amalan #rebo wekasan #doa