RadarJombang.id - Ketua Umum Yayasan PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Dr KH Wafiyul Ahdi (Gus Wafi) menjelaskan penghalang menuju Allah SWT.
’’Setiap perjalanan pasti ada rintangannya. Perjalanan menuju Allah SWT memiliki empat rintangan,’’ tuturnya mengutip Imam Ghazali, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (23/8).
Pertama, dunia dan perhiasannya. Dunia merupakan perhiasan. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imran 14.
Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
Orang yang menuju Allah SWT harus berusaha meluruskan niat dan menyingkirkan godaan dunia dari hatinya.
Bukan tidak boleh mencari dunia, bukan tidak boleh memiliki dunia, bukan tidak boleh mencintai dunia.
Tetapi ia tidak boleh menjadikan dunia sebagai tujuan, tidak boleh membiarkan hati mengikuti keinginan dunia, tidak boleh membiarkan hati dikendalikan dunia.
Boleh mencintai dunia, tetapi jangan sampai melupakan jalan Allah SWT. Pasalnya, mencintai dunia sudah menjadi fitrah manusia.
Kecintaan terhadap dunia hanya akan menyibukkan kita.
Kita harus zuhud dan tajarrud terhadap dunia. Zuhud dan tajarrud itu memiliki dua tujuan. Agar istiqamah dalam ibadah. Agar mencapai ketinggian nilai ibadah.
Tingginya kualitas ibadah orang yang zuhud telah ditunjukkan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya; Dua rakaat orang alim dan zuhud hatinya lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT daripada ibadahnya orang-orang yang tidak zuhud hingga akhir masa selama-lamanya.
Penghalang kedua yakni makhluk. Makhluk itu meliputi semua ciptaan Allah SWT yang bernyawa dan berada di sekeliling kita. Baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Lebih spesifik lagi anak, istri dan keluarga. Sebagaimana disebutkan dalam QS At-Taghabun 14.
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka.
Bukan berarti tidak boleh bergaul dengan mereka, tetapi jangan sampai terganggu pengaruh buruk mereka. Justri kita harus membawa mereka ke jalan Allah SWT.
Sekiranya bergaul dengan makhluk akan terbawa pengaruh buruk, kita hendaknya memilih jalan ‘uzlah, menjauh dari mereka, atau cukup bergaul dengan mereka seperlunya.
Mengurangi hubungan dengan makhluk bukan berarti memutus silaturahim dan berhenti menebar kebaikan dengan sesama, tetapi menyingkirkan segala pengaruh dan godaan yang datang dari arah mereka.
Menjauhi pergaulan yang tidak membawa semakin dekat dan semakin cinta kepada Allah SWT. Hati kita tidak boleh tergantung dan berharap pada makhluk.
Penghalang ketiga yakni setan. Setan musuh yang nyata. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Yasin 60.
Bukankah Aku telah berpesan kepadamu dengan sungguh-sungguh, wahai anak cucu Adam, bahwa janganlah kamu menyembah setan?
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu.
Kita jangan pernah memberi kesempatan setan untuk menggoda diri kita. Tipu daya setan sangat halus dan lembut.
Salah satu cara agar terhindar dari godaan setan adalah memperbanyak zikir dan berlindung kepada Allah SWT.
Penghalang yakni nafsu. Terutama nafsu amarah yang selalu mengajak keburukan.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Yusuf 53. Imam Ghazali memberikan tiga cara memecahkan keinginan nafsu.
Mengekang keinginan syahwat atau hal-hal yang diinginkan. Menahan beratnya beban ibadah.
Serta selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT. (jif/naz)
Editor : Achmad RW