Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.202, Sifat Riya Bikin Kecewa

Rojiful Mamduh • Selasa, 30 Juli 2024 | 22:05 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - KH Lukman Hakim Tambakberas, menjelaskan pentingnya beramal karena Allah SWT saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (25/7).

’’Dalam QS Alhasyr 18 ditegaskan, orang beriman diseru untuk bertakwa hingga dua kali. Ini menunjukkan pentingnya bertakwa, beramal karena Allah SWT semata,’’ tuturnya.

Dalam QS Albayinah 5, kita juga diseru agar beribadah secara ikhlas, murni hanya karena Allah SWT.

’’Orang yang beramal karena Allah SWT tidak akan pernah kecewa. Sedangkan riya, beramal karena manusia akan kecewa,’’ terangnya.

Riya yakni melakukan sesuatu ditampilkan manusia untuk mendapatkan harta, jabatan maupun harta.

Alkisah, ada wanita kaya yang dikenal pemurah, Ummu Ja'far. Kedermawanan Ummu Ja'far masyhur di kalangan masyarakat. Bahkan dua pengemis buta pun mengetahuinya.

Setiap hari, dua pengemis buta menunggu Ummu Ja'far di pinggir jalan yang biasa dilaluinya.

Kedua pengemis buta ini punya harapan dan permintaan yang berbeda dengan ucapan doa yang juga berbeda.

’’Ya Allah, anugerahkan rezeki kepadaku dari kemurahan-Mu,’’ ucap pengemis buta pertama.

’’Ya Allah, anugerahkanlah rezeki kepadaku dari kemurahan Ummu Ja'far,’’ ucap pengemis buta kedua.

Mengetahui itu, Ummu Ja'far memberikan sedekah kepada keduanya dengan nilai berbeda.

Kepada pengemis pertama yang mengharap rezeki dari Allah SWT, Ummu Ja'far memberi uang 2 dinar.

Sedangkan untuk pengemis kedua yang mengharap rezeki dari Ummu Ja'far, diberikan 2 adonan roti dan ayam bakar yang di dalamnya telah diselipkan uang 10 dinar.

Merasa tidak dapat uang, pengemis kedua ini menawarkan pada pengemis pertama agar roti dan ayam bakarnya ditukar atau dibeli dengan uang 2 dinar yang baru didapat dari Ummu Ja'far.

’’Berikanlah uang itu kepadaku lalu ambil roti dan ayam bakar ini untuk anak-anakmu,’’ ujar pengemis kedua.

Kedua pengemis ini tidak tahu, di dalam ayam panggang pemberian Ummu Ja’far terselip uang 10 dinar.

Singkat cerita, pengemis pertama pun akhirnya sepakat untuk ditukar. Terjadilah transaksi di antara keduanya, kejadian serupa berlangsung selama 10 hari.

Setelah 10 hari, Ummu Ja'far kembali menemui pengemis kedua yang mengharapkan rezeki dari wanita kaya itu.

’’Apakah kamu puas dengan pemberianku?’’ tanya Ummu Ja'far pada pengemis kedua.

’’Memangnya apa yang engkau berikan padaku?’’ kata pengemis itu. ’’100 dinar,’’ jawab Ummu Ja'far.

’’Tidak mungkin. Setiap hari engkau memberiku adonan roti dan ayam bakar, lalu aku menjualnya ke temanku dengan harga 2 dinar,’’ jawabnya.

Ummu Ja'far pun merasa terkejut dan menyadari tentang kemurahan Allah SWT pada hamba yang mengharapkan anugerah dari-Nya.

’’Begitulah, dia (pengemis pertama) mengharapkan kemurahan Allah SWT. Maka Allah SWT memberinya kehidupan yang serba berkecukupan, meskipun dia sendiri tidak punya niat atau rencana seperti itu,’’ ujar Ummu Ja'far.

Ummu Ja'far pun menegaskan, barang siapa yang mengadukan kefakiran kepada Allah SWT, pasti Allah SWT akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Baca Juga: Binrohtal 2.197, Kisah Tentang Keutamaan Hari Asyuro di Bulan Muharram

 Sayidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata; Aku sudah merasakan banyak kekecewaan. Dan yang paling membuat kecewa yakni berharap kepada manusia. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Beramal #Karena #Binrohtal #allah