RadarJombang.id - Gus M Adib Hamzawi, menjelaskan pentingnya menyiapkan bekal menghadapi alam kubur.
Hal itu, diungkapkannya saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (25/7).
’’Kita akan lama berada dalam kubur. Orang yang dikubur sejak tahun pertama masehi, sampai sekarang 2024 juga tetap di dalam kubur. Berarti sudah dua ribu tahun lebih di dalam kubur,’’ tuturnya.
Jika dia mendapat nikmat, maka selama di kubur akan terus merasakan nikmat.
Sebaliknya, jika di dalam kubur mendapatkan siksa, maka dia akan terus disiksa.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya kubur itu tempat singgah pertama dari tempat-tempat singgah akhirat.
Jika seseorang selamat darinya, maka setelahnya lebih mudah, dan jika ia tidak selamat darinya maka setelahnya lebih sulit.
Kita diingatkan akan alam kubur dalam QS Attakasur 1-2; Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Setidaknya ada dua hal yang bisa kita lakukan agar selamat dari siksa kubur.
Pertama, menghindari semua perkara yang bisa mendatangkan siksa kubur. Caranya, kita muhasabah diri sebelum tidur malam.
Baca Juga: Binrohtal 2.198, Manfaat dan Keutamaan Minta Doa Kepada Orang Saleh
Menghisab diri sendiri; Apa kebaikan dan keburukan yang saya perbuat hari ini. Apa saja amal yang mendatangkan pahala dan mendatangkan dosa buat saya hari ini.
Atas segala keburukan, kita berjanji bertobat dan tidak akan mengulanginya pada keesokan hari.
Dengan demikian, jika kita mati maka meninggal dalam keadaan tobat.
Jika masih hidup keesokan harinya, maka kita memiliki kesempatan untuk melakukan kebaikan sebelum menghadap Allah SWT. Ini harus dilakukan setiap hari.
Dan akan lebih baik lagi, kalau muhasabah diri tersebut disertai dengan berzikir kepada Allah SWT.
Kedua, melakukan amalan yang bisa menghindarkan dari siksa api neraka.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Salah satu keistimewaan orang yang mati syahid adalah dilindungi dari siksa kubur.
Nabi juga bersabda: QS Al-Mulk adalah pencegah dan penyelamat dari siksa kubur.
Oleh karenanya, siapa saja yang membaca Surat Al-Mulk maka dia akan selamat dari siksa kubur.
Orang yang meninggal dunia karena sakit perut juga terlindungi dari siksa kubur.
Nabi bersabda: Dan siapa saja yang mati karena sakit perut, maka dia mati dalam keadaan syahid.
Baca Juga: Binrohtal 2.195, Belajar dari Teladan Hasan Husein
Nabi juga bersabda: Siapa saja yang meninggal karena sakit perut, maka dia tidak akan disiksa di dalam kuburnya.
Makanya ketika sakit kita harus berusaha sembuh dengan berobat. Namun juga bersabar alias tidak mengeluh.
Nabi juga bersabda: Tidaklah seorang muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah SWT menjaganya dari fitnah kubur.
Di samping itu, ada beberapa amalan lain yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur.
Di antaranya, banyak membaca tasbih dan zikir kepada Allah SWT.
Salat lima waktu, puasa Ramadan, haji dan umrah, zakat, sedekah, menjalin silaturahmi dan melaksanakan amar makruf nahi munkar.
Serta berharap dan berprasangka baik kepada Allah SWT bahwa Allah SWT akan menyelamatkannya dari siksa kubur.
Seorang muslim yang membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 40 kali menjelang kematiannya juga akan terhindar dari siksa kubur.
Ia juga aman dari himpitan kubur dan malaikat dengan telapak tangannya akan membawanya menyebrangi ‘jembatan’ hingga ke surga. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW