Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 308, Bodoh Lahir dan Batin

Rojiful Mamduh • Selasa, 23 Juli 2024 | 16:23 WIB
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

Radarjombang.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Dewan Pertimbangan MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya menjauhi kebodohan.

Baik kebodoan lahir maupun kebodohan batin. ’’Kebodohan lahir yakni beramal tanpa ilmu. Sedangkan kebodohan batin yakni menuruti hawa nafsu,’’ terangnya.

Keduanya sama-sama berbahaya. Orang yang bodoh lahir, maka amalnya mudah dirusak setan. ’’Tidurnya orang alim lebih baik dari pada ibadahnya orang bodoh,’’ terangnya.

Suatu ketika, Nabi Muhammad sallallâhu ‘alaihi wasallam mendatangi pintu masjid. Nabi melihat setan berada di sisi pintu masjid. Kemudian Nabi SAW bertanya, ’’Wahai Iblis apa yang sedang kamu lakukan di sini?

Setan itu menjawab, ’’Saya hendak masuk masjid dan akan merusak salat orang yang sedang salat. Tetapi saya takut pada seorang lelaki yang tengah tidur.’’

Nabi lantas bertanya, ’’Wahai Iblis, kenapa kamu bukannya takut pada orang yang sedang salat, padahal dia dalam keadaan ibadah dan bermunajat pada Tuhannya? Justru kamu takut pada orang yang sedang tidur, padahal ia dalam posisi tidak sadar?’’

 Iblis menjawab, ’’Orang yang sedang salat ini bodoh, mengganggu salatnya begitu mudah. Akan tetapi orang yang sedang tidur ini orang alim (pandai).’’

Makanya kita dianjurkan terus mencari ilmu. Nabi bahkan mewajibkan kita mencari ilmu sejak ayunan ibu hingga ke liang lahad. 

Nabi bersabda; Orang yang mencari ilmu maka Allah akan menunjukkannya jalan menuju surga. Orang yang mencari ilmu senantiasa dimintakan ampunan oleh semua makhluk yang berada di langit maupun di bumi. Bahkan oleh ikan-ikan di laut.

Bodoh batin dengan selalu mengikuti hawa nafsu juga berbahaya. Nabi bersabda; Al kayyisu man dana nafsahu wal amila lima ba'dal mauut.

Orang yang cerdas adalah orang yang mengendalikan hawa nafsunya dan beramal sebagai bekal setelah mati.

’’Seorang tabiin, Imam Hasan Al-Basri radiyallahu anhu menyatakan; Mengantar jenazah namun tidak mengambil pelajaran darinya akan membuat hati rusak,’’ terangnya.

Makanya kita harus mengambil pelajaran dari kematian. Saat takziah, kita harus ingat, bahwa suatu saat kita juga akan mati.

Hari ini kita takziah, bisa jadi esok atau lusa ganti kita yang ditakziahi. Hari ini kita mensalati jenazah, bisa jadi esok atau lusa ganti jenazah kita yang disalati.

Hari ini kita mengubur jenazah, bisa jadi esok atau lusa ganti jenazah kita yang dikubur.

’’Saat ada orang mati, kita harus mendoakan kebaikan untuknya. Karena mendoakan orang lain, itu sama dengan mendoakan diri kita sendiri,’’ ucapnya.

Nabi bersabda; Barangsiapa yang mendengar orang muslim meninggal dunia, kemudian ia mendoakan kebaikan, maka Allah SWT akan mencatat baginya pahala orang yang melayat di waktu hidupnya dan orang yang mengantarkan ke kuburan waktu meninggalnya.

Saat mendengar kabar kematian, kita dianjurkan membaca istirja, inna lillahi wainna ilaihi rajiun. Agar ingat, kita berasal dari Allah SWT. Dan pasti akan kembali kepada Allah SWT.

Orang yang mengambil pelajaran dari kematian, pasti akan mempersiapkan bekal menghadapi kematian. Nabi bersabda; Sesungguhnya kuburan adalah awal tempat akhirat, jika seseorang selamat dari kubur, maka lebih mudah untuk tahap selanjutnya.

Sebaliknya, jika seseorang tidak selamat dari kubur, maka untuk tahap selanjutnya lebih susah.

Kita dianjurkan takziah agar sering ingat mati.

Nabi bersabda; Orang yang mengiringi jenazah dari rumahnya, lalu dia menyalatkannya, dan turut mengantarkannya hingga jenazah itu dikuburkan, maka baginya dua qirath pahala.

Setiap qirath seperti gunung Uhud.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan mudah mengambil pelajaran dari kematian. (jif/naz)

 

Editor : Achmad RW
#Toriqoh #PP Darul Ulum #Rejoso