RadarJombang.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan teladan Hasan dan Husein.
’’Hasan dan Husain adalah cucu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang akhlaknya sangat mulia,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (8/7).
Rasulullah bersabda: Dua cucuku, Hasan dan Husain adalah pemimpin para pemuda penduduk surga.
Sedangkan ayah mereka (Ali bin Abi Tholib) adalah lebih baik dari mereka.
’’Sebelum cucu Nabi ini, belum ada orang yang diberi nama Hasan dan Husain. Jadi keduanya merupakan orang pertama yang punya nama Hasan dan Husain,’’ terangnya.
Rasulullah menyamakan kedua cucu beliau, Hasan dan Husain, dengan raihanah, yaitu sejenis tumbuhan yang biasa dicium karena berbau harum. Ini menunjukkan ketinggian derajat keduanya.
Nabi pernah berkata tentang Hasan dan Husain: Keduanya adalah raihanah-ku di dunia ini.
Keduanya mempunyai kesamaan dengan tumbuhan itu, harum. Sebagaimana raihanah sering dicium karena baunya, demikian pula halnya dengan seorang anak.
Dikisahkan, suatu hari Rasulullah pernah sujud dalam salat, tiba-tiba Hasan datang dan menaiki punggungnya.
Selama Sayidina Hasan di atas punggungnya, Nabi tidak bangkit dari sujudnya. Ini menjadi tanda kasih sayang yang ditunjukkan kakek kepada sang cucu.
Hasan wafat diracun oleh istrinya yang bernama Ja’dah binti Asy’ats bin Qais.
Karena termakan bujuk rayu maut dari Yazid bin Muawiyah, kelak akan menikahinya jika dia berhasil membunuh Hasan.
Husein bin Ali, saudaranya memaksa Hasan memberitahu orang yang tega meracuninya. Hasan yang tengah sakit tidak mau memberitahu.
Hasan berkata; Allah SWT lebih dahsyat balasannya, jika benar dugaanku, bahwa aku diracun.
Jika tidak, demi Allah SWT jangan sampai ada orang yang terbunuh karena diriku.
Husein masih berumur enam tahun ketika kakeknya meninggal.
Namun ia sudah mampu mengingat banyak hal tentang Rasulullah SAW. Husain sudah bisa meriwayatkan beberapa hadis.
Diantaranya: Aku mendengar dari Rasulullah SAW bahwa seorang muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang menerima suatu musibah lalu beberapa lama kemudian ia mengingat kembali musibah itu dan membaca inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, maka ia akan memperoleh pahala yang sama dengan ketika ia ditimpa musibah tersebut.
Husain juga menjelaskan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika naik perahu, QS Hud 41.
’’Barangsiapa membaca doa ini, ia tidak akan tenggelam,’’ kata Husein.
Husein pernah dijamu orang masakan kambing. Lalu dia membalasnya dengan memberi seribu kambing dan seribu dinar.
Hasan Husein pernah masuk masjid kemudian mendengar orang berdoa minta uang.
Hasan dan Husain langsung pulang mengambil uang untuk diberikan kepada orang itu.
Hasan Husain pernah melihat orang tua wudunya salah. Hasan Husain lalu berlomba wudu dan orang tua itu disuruh menilai, siapa di antara keduanya yang wudunya benar.
Setelah melihat keduanya wudu, orang tua tadi lantas bilang; Wudu kalian berdua benar, wuduku yang salah. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW