Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bulan Muharram Penuh Berkah, Lakukan 10 Amalan Ini Agar Hidupmu Makin Bermakna

Magang • Jumat, 12 Juli 2024 | 02:06 WIB
Ilustrasi bulan muharram
Ilustrasi bulan muharram

RadarJombang.id - Bulan Muharram merupakan bulan mulia dalam ajaran Islam. Lalu bagaimana menyikapi bulan Muharram? Amalan apa saja yang dianjurkan?

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah Islam. Umat Islam dianjurkan untuk mengisi tahun baru dengan serangkaian amal saleh.

Diterbitkan oleh Kementerian Agama 1 Muharram 1446 H/2024 M berdasarkan penanggalan Hijriah dan tanggalnya bertepatan dengan 7 Juli 2024 M.

Bulan ini, komunitas Muslim perlu mengetahui praktik apa saja yang mungkin dilakukan untuk mencapai tujuan mereka.

Sejumlah ritual, juga dianjurkan dilakukan di bulan Muharram.

Sebagaimana dikemukakan oleh Shiek Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja wa Surur fi Adiyati Tasilahus Shudur:

‎فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
‎صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
‎وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Artinya : Ada 10 Amalan Harian Bulan Asyura menambah dua amalan yang lebih sempurna.

Puasa, shalat, jalin silaturahmi, jenguk orang shaleh, jenguk orang sakit, pejamkan mata Mengusap kepala anak yatim, bersedekah, memandikan mereka, menafkahi keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali.

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan selama bulan Muharram beserta penjelasannya.

1. Melaksanakan Salat Tasbih

Salah satu amalan yang dianjurkan dikerjakan di bulan Muharram adalah salat tasbih.

Salat ini dapat dikerjakan pada malam hari tanggal 10 Muharram, yakni Senin, 15 Juli 2024.
Salat tasbih terdiri dari empat rakaat.

Jika dilakukan pada siang hari, maka empat rakaat sekaligus satu kali salam.

Namun apabila dikerjakan pada malam hari, sunnah dilakukan setiap dua rakaat salam.

2. Puasa 1 Muharram

Puasa di bulan Muharram sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini merujuk kepada hadis riwayat Muslim yang bersumber dari Abu Hurairah:

‎Rasulullah SAW berkata, "Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Sementara sholat paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam."

3. Membaca Doa Akhir Tahun

Barang siapa membaca doa akhir tahun, maka ia akan terhindar dari godaan atau tipu daya setan dan diampuni dosanya setahun sebelumnya.

Dalam keterangan lain disebutkan bahwa apabila seseorang membaca doa akhir tahun, maka setan berkata:

"Hampa usaha kami di sepanjang tahun ini. Susah bagiku dan sia-sia pekerjaanku menggoda anak Adam (manusia) pada tahun ini, dan Allah membinasakanku saat ini juga. Dengan sebab membaca doa ini, Allah akan mengampuni dosanya selama setahun."

4. Membaca Doa Awal Bulan Muharram

Doa awal bulan Muharram dibaca setelah sholat Maghrib sebanyak 3 kali.

Sebagian ulama menyebutkan bahwa barang siapa membaca doa tersebut sebanyak 3 kali setelah salat Rawatib ba'diyah Maghrib pada malam tanggal 1 Muharram, maka Allah SWT akan memerintahkan dua malaikat untuk melindunginya dari fitnah dan tipu daya setan selama setahun mendatang.

Baca Juga: Bulan Utama Datang, Ini Beberapa Amalan yang Diajurkan Dilakukan Umat Islam di Bulan Rajab

5. Qiyamul Lail pada Malam Pertama Bulan Muharram

Pada awal bulan Muharram, umat Islam disunahkan untuk menghidupkan malam, yaitu dengan beberapa ibadah berikut:

* Memperbanyak membaca Al-Quran

* Berdzikir kepada Allah SWT

* Melakukan shalat sunnah, seperti shalat Hajat, Tahajjud, Taubat, dan shalat-shalat sunnah lainnya

* Melakukan shalat seratus rakaat, setiap rakaat membaca Al-Faatihah dan Al-Ikhlas

* Salat dua rakaat, rakaat pertama membaca Al-Faatihah dan surat Al-An'aam, rakaat kedua membaca Al-Faatihah dan Yaasiin

* Salat dua rakaat, setiap rakaat membaca Al-Faatihah dan Al-Ikhlas 11 kali.

6. Puasa Tasua

Puasa Tasua adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, tatkala Rasulullah SAW, "Wahai, Rasulullah, ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani."

Maka, beliau bersabda, "Tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan." Ibnu Abbas berkata, "Tahun berikutnya belum datang, namun Rasulullah SAW meninggal terlebih dahulu."

(HR. Muslim).

 

8. Puasa Asyura

Puasa Asyura adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram.

Beberapa hadits menjelaskan keutamaan puasa ini, antara lain hadits dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharam), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat.

Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharam), maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah dan 10.000 pahala orang mati syahid.

Barang siapa mengusap kepala anak- anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat.

Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah-olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."

8. Membaca Doa Asyura

Doa Asyura dibaca setelah melakukan salat Maghrib. Sebagian ulama menyebutkan bahwa doa ini dapat dibaca langsung atau dengan tata cara melakukan salat sunnah dulu sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam.

Pada setiap rakaat membaca surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas sebanyak 50 kali. Setelah melakukan shalat sunnah, barulah doa Asyura dibaca.'

Doa ini bisa dibaca sebanyak 7 kali, namun lebih utama dibaca sebanyak 70 kali. Berikut doa Asyura tersebut:

‎حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرِ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ. وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ وَهُوَحَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Menurut Imam Ibnu Hajar Al-Asyqalani, barang siapa membaca doa Asyura sebanyak 41 kali, maka hatinya tidak akan mati.

Sedangkan, menurut Sayyid Ali Al-Ajhuri, barang siapa membaca kalimat hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'ma nashir, maka Allah SWT akan mencegah segala kejelekan yang terjadi pada orang tersebut selama tahun tersebut.

9. Berpuasa pada Tanggal 11 Muharram

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan beberapa ulama lain berpendapat bahwa disunahkan berpuasa pada tanggal 11 Muharram, di samping tanggal 9 dan 10 Muharram.

Argumen yang dijadikan sandaran pendapat tersebut adalah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Berpuasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan kaum Yahudi, dengan berpuasa satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya." (HR. Ahmad)."

10. Berpuasa pada Tanggal 13, 14, 15 Muharram (Ayyamul Bidh)

Puasa yang dimaksud adalah puasa pertengahan bulan, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15, atau yang sering disebut dengan puasa Ayyamul Bidh.

Itulah 10 amalan utama yang bisa dikerjakan selama bulan Muharram. Semoga bermanfaat... (mg2/riz)

Editor : Achmad RW
#Berkah #muharram #amalan