Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Beberapa Makna Penting di Balik Perayaan Isra Mikraj di Bulan Rajab

Achmad RW • Senin, 8 Januari 2024 | 13:03 WIB
Ilustrasi gambar bulan rajab identik dengan peristiwa isra mikraj
Ilustrasi gambar bulan rajab identik dengan peristiwa isra mikraj

RadarJombang.id - Isra mikraj merupakan salah satu peristiwa penting yang pernah terjadi dalam sejarah islam.

Isra Mikraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW. dari masjidil haram di Makkah menuju ke masjidil aqsa di Palestina kemudian naik menuju sidratul muntaha.

Isra mikraj merupakan peristiwa besar yang hanya bisa dipercaya dengan iman.

Bagaimana tidak, perjalanan yang sangat jauh ditempuh kurang dari satu malam.

Akan tetapi, jika dipandang dari iman, apa yang tidak bisa jika Allah berkehendak.

Rangkaian perjalanan tersebut diceritakan di dalam qs. Al isra’ ayat 1 :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Di Indonesia sendiri peristiwa isra mikraj selalu dirayakan masyarakat secara umum.

Terkhusus bagi masyarakat Indonesia yang bermazhab syafi’i. Namun, dibalik perayaan isra mikraj tersebut tersimpan makna yang sangat penting.

Makna penting terkandung dalam perayaan isra mikraj diambil dari puncak perjalanan kanjeng Nabi SAW saat itu.

Baca Juga: Sangat Mustajab! Inilah Doa Khusus Sayyidina Ali Pada Malam Pertama Bulan Rajab 

Yang mana akhir dari perjalanan Nabi Muhammad ialah sampai di sidratul muntaha bertemu langsung dengan Allah SWT.

Pertemuan seorang hamba dengan Sang Khaliq tersebut mengasilkan suatu amal yang menjadi nyawa dari kehidupan umat islam secara keseluruhan.

Jika amal ini ditinggalkan maka hancurlah kehidupan sang hamba.

Dan sebaliknya jika amal/buah dari pertemuan isra mikraj ini dijaga, maka kehidupan pasti akan baik-baik saja.

Buah pertemuan puncak dari isra mikraj tersebut ialah salat lima waktu.

Karena itu, menjaga salat lima waktu inilah yang menjadi makna penting dibalik perayaan isra mikraj yang dilaksanakan setiap bulan rajab.

Hal ini yang membuat bulan rajab juga dinamakan dengan bulan shalat.

Bulan yang memberi waktu tuk memperbaiki hubungan makhluk dengan Sang Khaliq. (mg1/riz)

Editor : Achmad RW
#isra mikraj #makna #rajab