JOMBANG - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan tugas orang tua, yakni mengajarkan tauhid.
Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (13/11).
’’Orang tua wajib menanamkan tauhid dan keimanan kepada anak,’’ tuturnya.
Ini bisa dimulai bahkan saat anak belum lahir. Yakni kala memilih pasangan suami atau istri.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menganjurkan agar mengutamakan memilih pasangan dengan pertimbangan agama.
Sebab jika agama orang tuanya baik, maka anak-anaknya besar kemungkinan juga akan baik.
Lalu baca doa ketika suami istri berhungan badan. Utamanya agar dijauhkan dari setan.
Baik untuk diri mereka sebagai orang tua maupun kelak anak yang dihasilkan.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang tua yang membaca bismilah sebelum berhubungan, kelak jika jadi anak, maka untuk setiap nafas anak itu, akan dihitung pahala bagi orang tuanya.
Selama istri hamil, juga dianjurkan banyak membaca doa. Baik dilakukan oleh istri maupun suami.
Di antaranya, tiap hari salat hajat dua rakaat. Lalu membaca QS Yasin tiga kali dan Fatihah 40 kali.
Baca Juga: Binrohtal 2.072, Salat Salah Satu Bentuk Hidup Berkualitas
’’Begitu anak lahir, diazani di telinga kanan. Kemudian iqamah di telinga kiri,’’ bebernya.
Ini agar anak ingat dengan janji tauhid yang sudah diucapkan di alam ruh. Setiap anak yang lahir ke bumi adalah suci dan beriman tauhid kepada Allah SWT, sesuai fitrahnya.
Sebagaimana ditegaskan di dalam QS Al A’raf 172:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ’’Bukankah Aku ini Tuhanmu?’’ Mereka menjawab: ’’Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’’
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.
Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi orang Yahudi, orang Nasrani ataupun orang Majusi.
Orang tua wajib memberi anak nama yang baik. Jika mampu, disunahkan untuk aqiqah.
Orang tua juga wajib memberikan nafkah yang halal. Serta mengajarinya ilmu agama.
Kemudian dibiasakan melaksanakan salat mulai usia tujuh tahun. Serta dipukul ketika meninggalkan salat pada usia 10 tahun.
’’Anak juga harus diajari puasa sesuai kemampuannya, agar saat sudah balig pada usia 15 tahun, sudah kuat melaksanakan puasa," bebernya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ajarilah anakmu tiga hal.
Mencintai nabi. Mencintai keluarga nabi. Serta membaca Alquran.
Makanya sejak kecil anak harus diajari baca Alquran. Serta ditanamkan cinta baca salawat. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW