JOMBANG - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (16/10), Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang, Habib Muhammad bin Salim, menjelaskan larangan meremehkan.
’’Abu Juray berkata kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam; Berilah wasiat kepadaku. Lalu Rasul memberi wasiat; Janganlah engkau menghina atau meremehkan seorang pun,’’ tuturnya.
Mendengar wasiat itu, Abu Juray berkata; Aku pun tidak pernah menghina seorang pun setelah itu, baik kepada orang yang merdeka, seorang budak, seekor unta, maupun seekor domba.
Habib Muhammad lalu cerita Nabu Daud alaihissalam. Nabi Daud membagi waktu sehari-harinya menjadi empat bagian.
Untuk mengkaji ilmu bersama Bani Israil, untuk beribadah di mihrab, untuk pengadilan, dan untuk berkumpul kepada keluarga.
Nabi Daud terkenal dengan suaranya yang merdu. Sampai-sampai, jika beliau sedang berzikir atau melantunkan Zabur, burung-burung dan gunung-gunung ikut berzikir pula bersamanya.
Suatu ketika, Nabi Daud sedang duduk sambil menelaah Zabur. Tiba-tiba terlihat seekor ulat merah melintas di tanah.
Nabi Dawud berkata kepada dirinya sendiri; Apa yang dikehendaki Allah SWT dengan ulat ini?
Di luar dugaan, Allah SWT, memberikan izin kepada ulat tersebut bisa berbicara dengan bahasa manusia.
Ulat tersebut berkata; Wahai Nabiyallah, apabila siang datang, Allah SWT mengilhamkan kepadaku untuk membaca: Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallaahu akbar, sebanyak seribu kali.
Dan jika malam datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca salawat.
Baca Juga: Binrohtal 2.055, 3 Cara Mudah Mencintai Nabi Muhammad
Allahumma salli ‘ala Muhammad nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallam, sebanyak seribu kali.
Nabi Daud terkejut dengan ucapan ulat tersebut.
Sang ulat berkata lagi; Lalu engkau, ya Nabiyallah, apa yang akan engkau katakan agar aku memperoleh faedah darimu?
Nabi Daud menyesal telah meremehkan ulat tersebut, kemudian menangis penuh rasa takut kepada Allah, bertobat dan berserah diri kepada Allah SWT.
Makanya, jangan pernah memandang rendah makhluk lain. Segala sesuatu yang telah diciptakan Allah SWT pasti ada manfaatnya.
Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ali Imron 191.
Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Orang yang beriman melihat makhluk apapun akan langsung ingat Allah SWT sebagai Maha Pencipta.
Sehingga imannya makin kuat. Sebaliknya, orang kafir akan semakin ingkar.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 26. Sesungguhnya Allah SWT tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu.
Orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka.
Tetapi mereka yang kafir mengatakan: Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?
Baca Juga: Binrohtal 2.053, Ini Bukti Umat Muhammad Adalah Umat Istimewa
Dengan perumpamaan itu, banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk.
Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW