Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 159, Selalu Ada Kebaikan Tuhan

Rojiful Mamduh • Minggu, 24 September 2023 | 14:18 WIB
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

JOMBANG - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya meyakini kebaikan Tuhan.

’’Aku berkata kepada Tuhan: Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!’’ tuturnya mengutip Mazmur 16:2.

Merenungkan dan mengingat selalu kebaikan Tuhan itu sangat penting. Mengapa? Sebab dengan begitu banyaknya tekanan, pergumulan, masalah yang dihadapi, susah bagi kita untuk melihat betapa baiknya Tuhan itu.

Bahkan sesungguhnya dalam hal-hal yang kecil dan sederhana sekalipun, kita bisa lihat selalu  ada kebaikkan Tuhan.

Apakah ada di antara kita yang tidak pernah mengecap kebaikan Tuhan? Semua pasti alami kebaikan Tuhan.

Firman Allah katakan bahwa "Tuhan itu baik kepada semua orang,..." (Mazmur 145: 9a).

Apa yang dialami bangsa Israel menjadi contoh nyata betapa Tuhan itu baik.

Saat berjalan keluar meninggalkan negeri perbudakan (Mesir), tak sekalipun dibiarkan-Nya bangsa itu berjalan sendirian, Tuhan senantiasa menuntun dan menyertai mereka.

Ketika mereka harus melewati padang gurun "Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu." (Keluaran 13:21-22).

Kebaikan Tuhan tidak hanya sampai di situ, dalam hal makanan jasmani pun dicukupinya.

Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, bahkan sandang pun Dia perhatikan.

Baca Juga: Renungan Minggu 156, Kekuatan Dibalik Ketenangan

’’Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini." (Ulangan 8:4).

Meski telah mengecap kebaikan Tuhan secara luar biasa, ’’bangsa Israel masih sulit mengucap syukur.’’

Pandangan mereka ’’hanya terarah pada roti (berkat) atau perkara-perkara lahiriah saja.’’ Sehingga ketika mengalami masalah sedikit saja mereka langsung memberontak kepada Tuhan.

Itulah sebabnya Tuhan membawa mereka ke padang gurun untuk proses pendewasaan.

Bukannya Tuhan bermaksud jahat atas bangsa ini, tetapi Tuhan hendak mengajar supaya mereka sadar bahwa kehidupan ini bukan hanya urusan perut atau makan minum melulu.

Tapi ada perkara rohani yang harus diperhatikan karena itu jauh lebih penting.

Yaitu "bagaimana hubungan kita dengan Tuhan dan ketaatan kita melakukan firman-Nya".

Kadang Tuhan mengizinkan kesulitan dengan segala bentuknya dalam kehidupan kita sebagai "bentuk disiplin".

Ingat, Tuhan tidak pernah meninggalkan dan membiarkan kita. Dia selalu merancangkan hal-hal yang baik bagi kita.

Sebab itu, mari kita terus bersyukur kepada Tuhan sehingga kita mulai merasakan dan mengalami sungguh Tuhan baik bagi kita.

Pastikan setiap kita tetap bersyukur dengan segala yang kita alami sehingga kita tahu bahwa Tuhan merancangkan dan membawa kita hidup dalam kebaikkan-Nya.

’’Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/riz)

Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #Pendeta #Kebaikan #Petrus Harianto STh #Tuhan