JOMBANG - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan keadaan ahli hikmah, yakni orang yang hatinya bersih.
’’Ahli hikmah selalu dalam empat keadaan,’’ tuturnya mengutip maqalah ke 20 bab empat Nasoihul Ibad.
Pertama, selalu melaksanakan perintah Allah SWT. Ketika waktunya beribadah, mereka beribadah.
Mereka juga melaksanakan kewajiban memberi nafkah keluarga. Setelah usaha, mereka takawal menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Karena ini juga perintah Allah SWT. Mereka juga mendidik keluarga untuk melaksanakan kewajiban agama. Karena ini juga perintah Allah SWT.
Ketika sakit dan diberi musibah, mereka bersabar. Ketika diberi nikmat mereka bersyukur. Diberi takdir apapun mereka selalu rida.
Karena Allah SWT memerintahkan hambaNya agar selalu rida. Dalam beramal mereka selaku ikhlas.
Kedua, mereka selalu melawan hawa nafsu. Nafsu mengajak tidur, mereka bangun beribadah, salat dan lainnya.
Nafsu mengajak makan, mereka berpuasa. Nafsu mengajak bermain, mereka pakai ibadah, membaca Quran, mengaji, mengajar, bekerja dan lainnya.
Nafsu mengajak marah, mereka diam. Nafsu mengajak maksiat, mereka pakai beribadah.
Ketiga, ketika berkumpul dengan makhluk mereka selalu mengambil nasihat.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imron 190: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
Ketika melewati penjara, mereka ingat betapa nikmatnya kebebasan. Ketika melewati rumah sakit, mereka ingat betapa nikmatnya kesehatan.
Ketika melewati kuburan, mereka ingat betapa nikmatnya kuburan. ’’Kiai Romly setiap melewati kuburan selalu baca Fatihah,’’ kenangnya.
Lihat daun jatuh, langsung ingat, bahwa Allah SWT yang membuat daun berguguran, kapan pun bisa mencabut nyawa kita.
Lihat semut yang setiap ketemu teman salaman, kita juga selalu salaman dan mengucapkan salam setiap ketemu orang lain.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berpesan; Mengucap salam setiap ketemu orang menyebabkan panjang umur.
Lihat orang tua, kita hormat karena ibadahnya lebih banyak. Lihat anak kecil, kita sayang karena dosanya lebih sedikit.
Lihat orang baik senang karena diberi hidayah. Dan kita doakan istiqamah.
Lihat orang maksiat minta perlindungan Allah SWT agar kita tidak seperti itu. Serta kita doakan agar dia diberi tobat.
Keempat, dalam urusan dunia hanya mengambil seperlunya. Makan minum secukupnya.
’’Seperti sabda Nabi: Perut dibagi tiga bagian. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk udara,’’ terangnya.
Pakaian yang penting bisa dipakai. Rumah yang penting bisa ditinggali. Mobil yang penting bisa dinaiki.
’’Lebih banyak porsi yang disedekahkan. Karena itulah harta sejati kita. Yang kelak kita nikmati di akhirat,’’ bebernya. (jif/riz)
Editor : Achmad RW