”Penting santri putra dan putri selama Ramadan ngajinya sama, yaitu kitab Nashoihul Ibad,” kata Ali Muhsin, Pengasuh Asrama Putra dan Putri Muzamzamah An Amta.
Kitab Nashoihul Ibad dipilih karena berisi tentang nasihat-nasihat untuk berbuat baik, beribadah, bersosial, dan tidak boleh berbuat zalim. ”Pengetahuan ini penting untuk santri, sebab, setelah keluar dari pondok mereka akan hidup bermasyarakat,” katanya.
Tidak hanya mendalami isi kitab Nasoihul Ibad, selama Ramadan para santri juga banyak mengkaji kitab kuning lainnya, salah satunya Arbain Nawawi. Kitab Arbain Nawawi lebih banyak membahas tentang ilmu fiqih. Durasi mengaji dilakukan satu jam sebelum berbuka, dan satu jam setelah salat Tarawih. Seluruh siswa baik putra maupun putri wajib mengikuti kegiatan tersebut. ”Ya kegiatannya wajib diikuti santri putra maupun santri putri,” pungkasnya. (wen/naz/riz) Editor : Achmad RW