Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 1.914, Meningkatkan Amal Sunah di Bulan Rajab

Achmad RW • Kamis, 2 Februari 2023 | 13:49 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
JOMBANG - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (1/2), Pengasuh PP Al Ikhlas Bahrul Ulum, Tambakberas, KH Hasyim Yusuf Alhafid, menjelaskan pentingnya meningkatkan amal saleh. Di bulan Rajab ini ada peringatan Isra Mikraj yang dilakukan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

’’Maka kita harus banyak melakukan amal sunah meneladani Rasulullah,’’ tuturnya. Pahala amal kebaikan di bulan Rajab dilipatgandakan hingga 70 kali. ’’Diantara amal sunah yang perlu kita lakukan yakni silaturahmi,’’ terangnya.

Silaturahmi dari anak ke orang tua maupun kerabat orang tua. Silaturahmi dari adik ke saudara yang lebih tua. Bahkan dari murid ke guru maupun silaturahmi ke sahabat.  ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barangsiapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka sambunglah silaturahmi.’’

Rasulullah juga bersabda; Barangsiapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka muliakanlah tetangga. Barangsiapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka muliakanlah tamu. ’’Memuliakan ini dengan membelanjakan harta,’’ tegasnya. Maksudnya, dengan memberi sesuatu seperti makanan maupun yang lain. Rasulullah berpesan; Ketika masak, perbanyaklah kuahnya dan beri incip kepada tetangga.

Orang Jawa berpesan; Kalau ada tamu, kita harus gupuh, lungguh dan suguh. Maksudnya, ketika ada tamu, kita harus bergegas mempersilakan duduk dan memberi hidangan. Ini merupakan pengamalan perintah Nabi untuk menghormati tamu. ’’Tamu itu datangnya membawa ampunan, pulangnya membawa keberkahan,’’ jelasnya.

Suatu ketika ada sahabat yang mengadu karena istrinya tak suka dia sering mengundang tamu dan mengajaknya makan di rumah. Nabi lalu mengajak sejumlah sahabat bertamu ke rumah orang itu. Setelah disuguh, Nabi kemudian mengajak para sahabat pulang.

Nabi berpesan kepada tuan rumah dan istrinya agar melihat apa saja yang nanti ikut ke luar dari rumah itu. Ternyata, yang ikut keluar yakni binatang-binatang berbahaya seperti kalajengking dan ular.

Tuan rumah pun bertanya, kenapa bisa demikian? Nabi menjelaskan, tamu yang datang kemudian kita jamu, akan menyebabkan kita selamat. Bahaya dan malapetaka yang seharusnya mengenai diri kita, akan disingkirkan oleh Allah SWT sebab kita mau menghormati dan menjamu tamu.  (jif/riz)

  Editor : Achmad RW
#kajian islam #masjid polres jombang #Jombang #amalan sunnah #Binrohtal #Bu;an rajab