Lokasi masjid berada di pemukiman dan jauh dari jalan raya. Masjid ini cukup dikenal masyarakat. Terlebih karena bentuk bangunan masjid sangat megah. Masjid ini mempunyai gentong yang berukuran sangat besar. Tepat di depan pintu masuk masjid. ’’Gentong itu dulunya digunakan untuk wudu,’’ kata Irsyad, salah satu takmir.
Di belakang masjid terdapat makam Sayid Abd Rohman. Sehingga sering dikunjungi peziarah. Baik dari Jombang maupun luar kota. ’’Tiap hari selalu ada peziarah. Paling banyak Kamis dan Jumat,’’ terangnya
Awalnya, masjid ini berbentuk gebyok dengan atap dari alang-alang. Masjid ini sudah mengalami beberapa kali renovasi. Mulai tahun 1981, 1990 dan baru dua tahun kemarin selesai renovasi terakhir.
Sebelumnya, masjid ini tidak mempunyai nama. Setelah dilakukan renovasi pada 1981, baru diberi nama Baiturrohman. Masjid Baiturrohman terlihat megah, namun tetap mempertahankan ciri khas masjid Jawa kuno. Itu terlihat dari atap masjid yang berbentuk tumpang. Atap susun tiga bermakna iman, Islam dan ihsan.
Kondisi dalam masjid sangat nyaman. Banyak ukiran di atas mihrab berwarna kuning. Terdapat jam besar lantai yang terbuat dari kayu jati. Di dalam masjid terasa sangat sejuk. Sehingga banyak pengunjung betah itikaf di dalamnya. ’’Banyak yang bilang betah di dalam masjid karena dingin. Dipakai salat dan ngaji juga bisa khusyuk,’’ terangnya.
Masih Fungsikan Bencet
Masjid Baiturrohman di Dusun/Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak masih mengandalkan bencet (jam matahari) untuk penunjuk waktu salat. ’’Dari dulu memang sudah ada bencetnya tapi dipindah-pindah. Pertama kali di utara masjid,’’ kata Irsyad, salah satu takmir.
Saat renovasi masjid tahun 2020, bencet kembali dibangun. Setelah renovasi, bencet dipindah di depan masjid dan diletakan sebelah gentong.
Membangun bencet tidak boleh sembarangan. Ada aturan agar bencet benar-benar menunjukan waktu yang tepat. ’’Tidak hanya menempelkan besi saja, tapi ada kitabnya. Harus benar-benar terukur,’’ imbuhnya.
Terlebih lagi, jam digital di Masjid Baiturrohman juga disetel sesuai dengan bencet tersebut. ’’Misal masih belum waktu salat tapi jam digital sudah bunyi, maka dihentikan dulu. Acuan utamanya melihat bencet tadi,’’ tandasnya. (yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW