’’Produksi anak saleh dimulai sejak hubungan suami istri,’’ tuturnya. Sebelum hubungan, suami istri sebaiknya wudu lebih dulu. Lalu membaca doa, agar keturunannya dijauhkan dari setan. ’’Setelah hamil, ibunya tirakat,’’ ucapnya.
Sebagaimana Hanah ibunya Maryam dikisahkan dalam QS Ali Imron 35. Sejak dalam kandungan, Hanah sudah bertekad menjadikan anaknya muharrar. ’’Muharrar itu beriman dan beramal saleh,’’ tegasnya.
Seperti yang dilakukan Nyai Solihah, ibunda KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). ’’Selama hamil Gus Dur, Bu Nyai Solihah tiap hari puasa dan khatam Alquran,’’ tegasnya. Saat masak, dia mengambil beras satu butir demi satu butir. ’’Tiap ambil satu butir beras dibacakan salawat,’’ terangnya.
Ketika masakan sudah siap, Nyai Solihah tidak makan sebelum suaminya makan. Gus Maksum lalu menjelaskan keutamaan istri menyuapi suami. ’’Satu suapan, pahalanya seperti haji dan umrah,’’ jelasnya.
Hanah juga terus berdoa selama hamil Maryam. Sebagaiamana diabadikan dalam QS Ali Imron 36. Aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada Engkau dari setan yang terkutuk.
Suami juga harus ikut tirakat mendoakan. Almarhum KH Mohammad Djamaluddin Ahmad Tambakberas menganjurkan, selama istri hamil, suami tiap hari salat hajat. Lalu membaca QS Yasin tiga kali dan QS Alfatihah 41 kali. ’’Ketika istri melahirkan, suami harus menunggui. Biar tahu sengsaranya melahirkan,’’ paparnya. Setelah anak lahir, langsung diazani ditelinga kanan. Serta iqamah di telinga kiri. ’’Ini agar anak tidak digoda setan,’’ tandasnya.
Setelah anak TK, dididik ilmu agama. ’’Maryam dididik pamannya bernama Nabi Zakaria,’’ ungkapnya. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imron 37. Dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah SWT menjadikan Zakariya pemeliharanya.
Ilmu agama wajib diberikan kepada anak. Agar bisa menjalankan tugas beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Setelah ilmu agamanya kuat, baru dididik ilmu lainnya. ’’Agar jadi anak saleh, rezeki yang diberikan harus halal dan baik,’’ pesannya. Anak yang diberi rezeki haram akan sulit dinasihati dan diajak ibadah. Sebaliknya, anak yang diberi rezeki halal akan mudah dinasihati serta gampang diajak ibadah. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW