Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 1576, 3 Perkara yang Tak akan Kembali

Achmad RW • Minggu, 4 Desember 2022 | 13:31 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
JOMBANG - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (1/12), Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya memperhatikan tiga perkara.

’’Tiga perkara ini harus dimanfaatkan dengan baik karena tak akan pernah kembali,’’ tuturnya.

Pertama waktu. Waktu yang telah terlewati tidak dapat diulang dan diganti. Waktu menjadi wadah bagi manusia untuk melakukan perbuatan yang baik. Nantinya, kita akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala atas waktu yang telah digunakan.

’’Islam memandang waktu sebagai sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia,’’ tegasnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al Asr 1-2. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.

Dalam sejumlah ayat, Allah SWT bersumpah dengan waktu. Ini menunjukkan pentingnya memperhatikan waktu. Islam mendorong seseorang untuk menggunakan waktu dengan baik. Agar orang tersebut bisa mengambil pelajaran dan bersyukur atas nikmat waktu yang Allah SWT anugerahkan kepadanya .

Dalam QS Alfurqan 62 ditegaskan; Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.

Dari waktu, manusia harus memahami tujuannya diciptakan, untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Manusia harus memanfaatkan waktu yang diberikan Allah SWT kepadanya. Guna mempersiapkan bekal bagi kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.

Hanya orang berakal sempurna yang bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ali Imron 190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

Kedua, yang tak bisa ditarik yakni ucapan. Ucapan buruk mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang, merupakan dosa yang amat besar. Allah SWT membenci hamba-hambaNya yang suka mengucapkan kata-kata kotor. Sebagaimana firmanNya dalam QS Annisa 148. Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Juga dalam QS Annahl 25. Ucapan mereka menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat. Mereka juga memikul sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.

Hendaklah kita mengontrol ucapan. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Orang Islam adalah orang yang membuat orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.

Ketiga, yang tak bisa diulang yakni kesempatan. Janganlah kita menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan Allah SWT. Setiap waktu harus kita pakai ibadah. Jangan sampai menunda pekerjaan. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Dua nikmat yang banyak disia-siakan yakni kesehatan dan waktu longgar. (jif/riz)

  Editor : Achmad RW
#kajian islam #masjid polres jombang #Tiga Perkara Tak Bisa Kembali #Binrohtal