"Ramalan dukun itu dari jin, sedangkan petunjuk yang diberikan melalui mimpi orang saleh itu dari Allah SWT,’’ tegasnya.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu ia membenarkan ucapannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW. ’’Membenarkan dan meyakini ucapan dukun atau peramal yang mengatakan akan terjadi ini dan itu pada suatu saat adalah dilarang bahkan menjadi kafir,’’ tegasnya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengetahui hal-hal gaib kecuali hanya Allah SWT.
Beda dengan Nabi, wali atau kekasih Allah SWT. Mereka mengatakan suatu saat nanti akan terjadi ini dan itu karena mendapat petunjuk dari Allah SWT. ’’Nabi dan dukun dalam hal mengetahui sesuatu yang akan terjadi sekilas hampir sama, tetapi berbeda,’’ tandasnya.
Nabi, wali dan orang saleh mengetahui sesuatu yang akan terjadi karena diberitahu langsung oleh Allah SWT. Ini karena mereka orang suci dan dekat sekali dengan Allah SWT. Mereka juga meyakini bahwa sesuatu yang akan terjadi itu atas kehendak Allah SWT.
’’Nabi pernah menyampaikan, suatu saat nanti akan terjadi berbagai macam fitnah termasuk beliau juga tahu jauh-jauh sebelumnya, suatu saat nanti cucunya Sayid Husain akan terbunuh,’’ bebernya. Ternyata benar-benar terjadi, Sayid Husain terbunuh oleh pasukan Yazid bin Muawiyah di tanah Karbala. ’’Ini bukan ramalan, Nabi tahu karena diberitahu oleh Allah SWT,’’ tegasnya.
Berbeda dengan dukun atau peramal, mereka tahu sesuatu yang akan terjadi dengan menggunakan jasa jin dan tidak menggantungkan pada kehendak Allah SWT. Orang saleh banyak menerima petunjuk dari Allah SWT melalui mimpi.
Sebagaimana ditegaskan dalam QS Yunus 64. Bagi orang yang beriman dan bertakwa, berita gembira di dalam kehidupan dunia. Makna ayat ini ditafsirkan oleh hadis sahih yang diketengahkan oleh Imam Hakim, bahwa berita gembira ini berupa mimpi yang benar yang dilihat oleh seorang wali Allah. Mimpi yang benar itu diperlihatkan kepadanya. Mimpi itu biasanya tentang hal-hal yang akan terjadi.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Mimpi seorang mukmin adalah 1 dari 46 bagian kenabian. Orang-orang saleh seringkali diberi petunjuk oleh Allah SWT berupa mimpi tentang hal-hal yang akan terjadi. Kebenaran mimpi itu seperempat puluh enam kenabian.
Artinya, mimpi itu sangat mendekati kebenaran. Banyak orang saleh yang sebelum wafat diperlihatkan tempat duduknya di surga. Sehingga akhirnya mereka wafat dalam kondisi tersenyum. (jif/riz)
Editor : Achmad RW