Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Masjid Tiban Brodot, Peninggalan Ki Ageng Corekan

Achmad RW • Jumat, 20 Mei 2022 | 15:03 WIB
Photo
Photo
JOMBANG – Salah satu bangunan masjid tua dapat ditemukan di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Masjid  sederhana bergaya arsitek Jawa ini diyakini telah berdiri sejak tahun 1800-an. Warga sekitar lebih mengenalnya dengan sebutan masjid tiban Brodot.

”Tidak ada nama khusus untuk masjid ini. Warga biasanya menyebutnya masjid tiban Brodot,” terang M Luqman Al Fatawi, pengurus masjid.

Lokasi masjid berada di Dusun/Desa Brodot. Sebelah selatan makam Ki Ageng Corekan atau Ki Ageng Qore’. Lokasi masjid dan makam juga berdekatan. Masjid ini, berada di dalam pagar rumah penanggung jawab masjid.

Dari luar, tampak masjid ini masih sangat klasik dengan ornamen kental budaya Jawa. Atapnya tinggi, ditutup genting. Untuk ukuran masjid sekarang, bangunan terbilang rendah dengan tembok tebal yang semakin menguatkan kesan klasik. Masjid memiliki satu pintu dan dua jendela di kanan dan kiri.

Di dalam ruang utama masjid, terdapat empat tiang penyangga atau soko guru masjid, yang menambah kesan klasik dan kentalnya budaya Jawa. Serta bangunan mihrab berbentuk melengkung dan dibangun rendah seperti masjid tua pada umumnya.

Luqman menjelaskan, penyebutan masjid tiban bukan karena masjid ini tiba-tiba muncul. Namun, keberadaan masjid ini diyakini sudah ada jauh sebelum masyarakat membuat permukiman di sekitar lokasi itu.

Masjid ini, juga diyakini peninggalan Ki Ageng Corekan atau Ki Ageng Qore’ atau Kiai Abdul Adhim, seorang ulama besar yang menyebarkan Islam di sekitaran abad 17-18 di kampung itu. ”Kalau cerita dari mbah buyut dulu ya awalnya masjid ini berbentuk bangunan sederhana dari kayu dengan atap ijuk, lama-kelamaan terus dipugar jadi berdinding tembok tebal,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, masjid ini sempat terbengkalai dan tak terurus. Hingga tahun 1994, pria yang akrab disapa Gus Luk ini menempati masjid itu dan mulai membangun rumah serta merehab masjid peninggalan leluhurnya itu. ”Kalau yang sekarang sudah direhab, temboknya ditinggikan, lantainya juga sudah keramik, dan sudah diplester seluruhnya,”tambahnya.

Namun, Luqman menyebut beberapa bagian masjid ini masih asli. Misalnya bagian tembok bawah dan menara masjid. ”Jadi tembok memang ditinggikan, tapi yang bawah masih asli semua. Bagian menara juga masih asli dari peninggalan kakek buyut,” lontarnya.

Selain jadi tempat ibadah salat lima waktu, masjid ini kini juga berfungsi sebagai tempat belajar untuk beberapa orang. Terlebih ada beberapa bangunan kamar untuk tempat istirahat atau menginap jamaah. ”Biasanya ada peziarah ke makam mampir. Ada juga yang ikut saya ngaji biasanya. Tinggalnya ya di kamar-kamar dekat masjid itu,” pungkasnya.

Selanjutnya......

Tempat Penyimpanan Pusaka Kuno

MASJID tiban Brodot dikenal sebagai tempat keramat. Selain karena ketokohan pendiri masjid, Ki Ageng Qore’juga benda-benda pusaka kuno pernah tersimpan di masjid kuno ini.

”Tempat itu (masjid,Red) memang dikeramatkan istilahnya, sampai sekarang masih banyak orang yang takut ke situ, apalagi kalau malam,” ungkap M Luqman al Fatawi.

Luqman bercerita, dulu sebelum direhab, masjid ini sering kali jadi jujukan untuk orang-orang yang sedang lelaku. Mereka biasanya melakukan tirakat di masjid itu berharap berkah.

Maklum saja, Ki Ageng Qore’ memang dianggap sebagai wali keramat bagi warga sekitar Desa Brodot. Terlebih, di masjid itu juga sempat disimpan banyak pusaka peninggalan orang-orang terdahulu. ”Jadi dulu di masjid itu ada kotak kayu begitu, isinya pusaka memang,” tambahnya.

Namun kini, kotak pusaka itu telah dipindahkan. Luqman menyebut, beberapa pusaka juga sempat diambil orang hingga disimpan di tempat lain yang aman. ”Kotaknya masih ada, namun disimpan orang,” pungkasnya. (riz/naz) Editor : Achmad RW
#ki ageng corekan #masjid tiban #desa brodot #rubrik rumah ibadah #masjid tiban di jombang