Etika humanis pijakannya yakni manusia. Mana yang pantas dan tidak pantas dilakukan menurut umumnya manusia. Sedangkan etika teologis basisnya yakni Alquran dan hadis Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Jangan sampai menyebarkan hoax dan ujaran kebencian di media sosial,’’ pesannya. Sebab hal itu tidak sesuai dengan etika humanis maupun teologis. Orang beragama apapun pasti tidak suka dibohongi. Orang normal pasti juga tidak suka menjelekkan orang lain. Karena dia sendiri tak suka dijelekkan orang.
’’Semua aktivitas kita bermedsos, punya konsekuensi di dunia bahkan akhirat,’’ terangnya. Postingan yang menyebarkan hoax dan ujaran kebencian, bisa dipidanakan. Banyak sekali kasus orang dipenjara gara-gara postingan di medsos.
Efek di akhiratnya jauh lebih berat. Jika postingan kita positif, maka setiap dibaca orang, kita akan dapat kiriman pahala. Sebaliknya, jika postingan kita negatif, maka setiap dibaca orang, kita akan terus dapat kiriman dosa. Bahkan walaupun yang posting sudah meninggal dunia. Editor : Rojiful Mamduh