Ikut hadir dalam acara pembukaan semifinal lomba pidato santri ini, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab bersama jajaran kepala OPD, Prof Dr H Ahmad Zahro Rektor Unipdu, para ulama dari berbagai daerah dan rombongan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.
H Achmad Rifai MA Pendiri Ponpes Tahfidzul Quran Cinta Rosululloh menyampaikan acara Santri Speech Contest tingkat nasional diikuti 1.035 santri dari berbagai daerah. Mulai dari Aceh, Madura hingga Papua. ”Kemudian di babak semifinal ini, total ada 120 peserta yang lolos. Sesuai jadwal, semifinal akan dilaksanakan 15-16 Maret secara virtual,” ujar dia.
Diadakannya lomba Santri Speech Contest tingkat nasional dilandasi beberapa hal. Salah satunya, saat dirinya diundang menjadi penceramah dalam acara pengajian di Eropa. Saat itu Rifai menyampaikan ceramahnya dalam bahasa Inggris, sehingga mudah dipahami peserta pengajian. ”Maka dari hal itu, kita ingin melahirkan generasi santri yang tak hanya bisa bahasa Arab, namun juga bisa bahasa Inggris sebagai bahasa internasional,” tambahnya.
Rifai juga bercerita, saat dirinya menempuh pendidikan di MTs Bahrul Ulum Tambakberas, dirinya mendapat motivasi yang luar biasa dari gurunya tentang pentingnya belajar bahasa Inggris. Manfaatnya ia rasakan hingga sekarang. ”Selain itu, saya juga bisa bahasa Korea, Jepang, Belanda. Artinya, saya tidak ingin melebih-lebihkan, namun saya ingin memotivasi anak-anakku semua, semakin banyak kita menguasai bahasa tentu semakin banyak kita bisa menyampaikan dakwah Islam untuk kepentingan umat,” pungkas dia.
Sementara itu, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengapresiasi lomba Santri Speech Contest tingkat nasional yang diadakan Ponpes Tahfidzul Quran Cinta Rosululloh. ”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, kami mengapresiasi lomba Santri Speech Contest ini,” ungkap Bupati Mundjidah.
Dijelaskan, Pemkab Jombang berkomitmen memberikan apresiasi yang tinggi kapada para hafiz Quran di Jombang. Salah satunya dengan pemberian insentif bagi hafiz setiap tahunnya. ”Pada awalnya, kami mendata hanya ada satu hafiz dari 302 desa, empat kelurahan yang mendapat insentif. Namun mulai kepemimpinan kami, kami berikan dua kali lipat. Jadi total hafiz di Jombang ada 700-an orang (yang mendapat insentif tahunan, Red),” pungkas Bupati Mundjidah.