Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 1775: Kiat Khusyuk Imam Ghozali

Rojiful Mamduh • Rabu, 2 Maret 2022 | 14:55 WIB
Photo
Photo
Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (1/3), Pengasuh PP Hidayatul Quran Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafid, menjelaskan pentingnya salat khusyuk. ’’Orang yang beruntung adalah yang salatnya khusyuk,’’ tuturnya.

Ustad Yusuf lalu mengutip QS Al Mukminun 1-2. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salat mereka.

Fungsi lain salat yakni mencegah perbuatan keji dan munkar. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Ankabut 45. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Ini hanya bisa didapatkan jika salatnya khusyuk.

Imam Ghozali menyatakan, salat yang khusyuk adalah menghadirkan hati. ’’Sebagian orang ada yang jasadnya rukuk dan sujud, namun hatinya entah berpaling ke arah mana. Ada yang tepat waktu menunaikan salat, namun juga meneruskan maksiat,’’ paparnya.

Gambaran seperti itulah yang menandakan tidak hadirnya hati ketika melaksanakan salat. Salat seperti itu sering dikatakan dengan salat yang tidak khusyuk.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih hati kita agar bisa hadir saat salat. Salah satunya, membayangkan orang saleh hadir saat melaksanakan salat. Membayangkan kita salat diawasi orang yang kita hormati dan segani.

’’Salat dengan membayangkan sosok yang saleh dan bijaksana, membuat hati pelan-pelan hadir dalam saat,’’ terangnya.

Sama halnya dengan membayangkan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam hadir saat pembacaan salawat mahallul qiyam.

’’Ini cara untuk menghadirkan hati dengan bantuan visual, sebab kita belum bisa sepenuhya menghayati keagungan Allah,’’ jelasnya.

Imam Ghozali menjelaskannya dalam Bidayatul Hidayah. Jika hatimu tidak hadir dan anggota badanmu tidak tenang, maka hal itu disebabkan engkau tidak betul-betul menghayati keagungan Allah. Maka bayangkanlah jika ada seorang aoleh diantara keluargamu yang melihatmu ketika engkau salat.

’’Ini solusi agar salatnya khusyuk bagi orang yang belum bisa menghadirkan hati saat menunaikan salat,’’ tegas Ustad Yusuf.

Jika sudah bisa menghayati keagungan Allah untuk menghadirkan hati  agar salatnya khusyuk, maka tidak perlu membayangkan sedang diawasi orang saleh.

’’Orang-orang tertentu bisa membuat jiwa dan raganya sepenuhnya hadir menghadap Allah selama salat,’’ bebernya. Orang seperti ini sudah mengerti untuk apa salat, sehingga hatinya turut hadir dan khusyuk dalam salatnya. Editor : Rojiful Mamduh
#masjid polres jombang #Binrohtal