Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 1.774: Cukup Allah Sebagai Penolong

M Nasikhuddin • Senin, 28 Februari 2022 | 14:44 WIB
Photo
Photo
Saat khutbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (25/2), pengasuh PP Alhikmah Nurul Quran, Bendungrejo, Jogoroto Ustad Muhdi Surur Alhafid, menjelaskan pentingnya hanya bergantung kepada pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. ’’Isra Mikraj mengajarkan kepada kita, bahwa hanya kepada Allah saja kita harus bergantung dan mohon pertolongan,’’ tuturnya.

Tahun Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam melaksanakan Isra Mikraj disebut amul huzni atau tahun kesedihan. Pada tahun ini, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam ditinggal wafat pamannya, Abu Tolib. ’’Abu Tolib ini paman yang paling membela Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,’’ jelasnya.

Dialah yang membesarkan nabi sejak umur delapan tahun. Ketika nabi mendakwahkan Islam, Abu Tolib juga membela dari orang-orang kafir yang memusuhi.

Suatu ketika, orang-orang kafir mendatangi Abu Tolib membawa anak muda yang rupawan. Orang-orang kafir berkata; Abu Tolib, aku bawakan anak muda yang rupawan ini untuk pertukaran. Anak muda ini aku berikan agar melayani kamu. Sebagai gantinya, berikan Muhammad untuk kami bunuh.

Abu Tolib menolak tegas tawaran itu. ’’Tawaran kalian sungguh tidak masuk akal. Kamu berikan aku anak muda untuk aku rawat. Sedangkan anakku kalian minta untuk dibunuh.’’

Setelah Abu Tolib wafat, Rasulullah kehilangan paman yang paling membela. Sehingga orang kafir makin berani memusuhi nabi. Sampai-sampai ketika nabi salat, orang kafir melempari dengan kotoran.

Nabi sangat sedih kehilangan Abu Tolib. Tak lama berselang, ganti istri nabi, Khodijah yang wafat. Khodijah adalah istri yang paling membela. Semua kekayaannya diberikan untuk dakwah nabi. Praktis setelah Khodijah wafat, nabi sangat sedih.

Ditengah kesedihan itulah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam di-Isra Mikraj-kan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dihibur oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Bahwa masih ada yang akan menolong nabi, yakni Allah subhanahu wa ta’ala yang maha kuasa.

’’Cukuplah Allah sebagai penolong,’’ tegasnya. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ali Imron 173. Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.

Setelah Isra Mikraj, nabi diperintah hijrah ke Madinah, dan dakwah nabi semakin sukses.

Ketika kita menjadikan Allah sebagai penolong dan pelindung, maka Allah langsung yang akan menolong kita. Sehingga apapun masalah kita akan bisa cepat ketemu solusi yang terbaik.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Salat adalah mikraj-nya orang mukmin. Maka menghadapi masalah apapun, kita harus salat.

Ada masalah atau tidak, kita harus salat. Agar saat ada masalah, cepat ditolong Allah subhanahu wa ta’ala.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang istiqamah salat berjamaah akan diberi lima hal. Bebas dari kesulitan masalah rezeki. Bebas siksa kubur. Menerima catatan amal tangan kanan. Melewati sirot secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab. Editor : M Nasikhuddin
#masjid polres jombang #Binrohtal