Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Manfaatkan Pekarangan, Pasutri Asal Jombang Sukses Panen Cuan dari Bunga Mawar

Anggi Fridianto • Senin, 18 Maret 2024 | 19:32 WIB

 

Sejumlah pekerja memetik bunga mawar di Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, Sabtu (16/3).
Sejumlah pekerja memetik bunga mawar di Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, Sabtu (16/3).

RadarJombang - Berawal dari hobi menanam bunga, kini pasangan suami istri asal Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang panen cuan dari bunga mawar setiap hari.

Pasutri asal Jombang ini, membudidayakan bunga mawar dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya. 

Dalam sehari, pasutri asal Jombang itu bisa meraup omzet dari penjualan mawar bisa mencapai ratusan ribu hingga Rp 1 juta.

Fajar baru saja menyingsing pagi itu. Suasana cenderung berkabut, namun sejumlah buruh tani tampak sibuk memetik mawar satu per satu dari tangkainya.

Bermodalkan sarung tangan dan penutup muka, mereka antusias memetik mawar dengan hati-hati sembari menghindari duri mawar.

Pekerja memanen bunga mawar
Pekerja memanen bunga mawar

Ya, itulah aktivitas para pekerja yang memanen bunga mawar di kebun milik pasangan Suwarno, 40, dan Etik, 38, warga Desa Candimulyo.

Suwarno menceritakan, ia mulai membudi dayakan bunga mawar sejak empat tahun lalu.

Dulunya, ia budi daya bunga pacar air, namun karena sering mati, akhirnya beralih mawar.

”Empat tahun ini saya tekuni,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Menurutnya, budi daya mawar susah-susah gampang. Butuh ketelatenan dan keuletan dalam merawat tanaman.

Ia mengakui, budi daya mawar tidak semudah yang dibayangkan.

Jika tidak telaten, mawar hanya tumbuh namun tidak bisa berbunga. Selain itu, jika terserang jamur, mawar akan cepat mati.

”Tapi untungnya budi daya mawar, itu bisa panen seterusnya,” tambahnya.

Di pekarangan dan lahan yang ia sewa dengan total luas sekitar 1 hektare, Suwarno bisa memanen sekitar 40 kg bunga mawar.

”Paling banyak 40 kg. Tapi kalau musim kemarau kurang dari itu, karena pengarian agak sulit,” terangnya.

Makin Cuan Saat Ramadan

Etik, 38 salah satu penjual bunga mawar di Desa Candimulyo Kecamatan Jombang menimbang hasil panen di rumahnya.
Etik, 38 salah satu penjual bunga mawar di Desa Candimulyo Kecamatan Jombang menimbang hasil panen di rumahnya.

Momentum Ramadan kali ini membawa berkah tersendiri bagi Suwarno.

Pamasukan yang didapat dari menjual bunga mawar meningkat lantaran permintaan bunga mawar naik.

”Ya, permintaan mulai meningkat,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Baca Juga: Rahasia Produsen Rengginang di Jombang Bisa Eksis Sejak 1981 Hingga Kini, Rasanya Dijamin Bikin Nagih

Etik, istrinya, biasa mengemas bunga mawar dengan ukuran 0,4 kilogram.

Rata-rata, ia bisa menjual sekitar 20 kilogram bunga mawar segar.

”Selama Ramadan pesanan meningkat hingga 40 kg,” imbuhnya.

Dari penjualan itu, ia bisa mendapat omzet mulai ratusan ribu hingga Rp 1 juta.

Namun omzet itu, belum dikurangi ongkos panen dan biaya perawatan.

”Alhamdulillah permintaan di pasar meningkat sekitar 50 persen,’’ jelas dia.

Saat ini, diakui Atik harga bunga mawar masih stabil di angka Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per 0,4 kilogramnya.

”Jadi bunga mawar sebenarnya tidak punya harga pasti. Tapi kalau jelang Ramadan memang biasanya naik karena ikut permintaan pasar,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#pasutri #Jombang #cuan #Panen #Mawar