Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pria di Jombang Bikin Tali dari Karung Goni Bekas, Pasarnya Tembus Luar Pulau

Anggi Fridianto • Selasa, 25 Juli 2023 | 13:01 WIB

 

Tali dari karung goni buatan Jumiran di gudang rumahnya di Desa Dapurkejambon, Jombang.
Tali dari karung goni buatan Jumiran di gudang rumahnya di Desa Dapurkejambon, Jombang.

JOMBANG -  Jumiran, 46, warga Dusun Banggle, Desa Dapurkejambon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, kreatif mengolah karung goni bekas menjadi tali. Nilai jualnya pun lebih tinggi. Bahkan pengirimannya tembus Pulau Sumatera.  

Tumpukan karung goni bekas tampak menghiasi gudang di rumah sederhana. Seorang pria paro baya tampak sibuk memintal benang bekas goni.

Karung bekas itu, diproses menjadi untaian benang yang rapi dan bersih. Aktivitas produksi pengolahan tali goni dari karung bekas ini terlihat setiap hari.

”Saya produksi tali goni sejak tahun 1990-an. Sebelumnya saya menjadi karyawan di Sragen, kemudian bisa produksi tali goni sendiri di rumah,’’ ujar Jumiran.

Kepada Jawa Pos Radar Jombang, ia lantas menunjukkan tumpukan karung goni bekas yang dibeli dari pabrik dengan harga Rp 2.000-6.000 per karung.

Semula, karung goni bekas itu kotor karena bekas wadah kopra, kacang maupun kopi. Satu persatu, karung bekas itu di lepas dan disambung kembali. Kemudian dipintal dengan cara tradisional.

”Setelah dipintal, kemudian diikat agar lebih rapi,’’ terangnya. Ia mengaku, produksi tali goni sempat jaya pada era 2000-an ke bawah.

Dalam sepekan, ia bisa memproduksi sekitar 1 ton tali goni. Namun, seiring banyaknya produsen yang beralih ke tali nilon, kini produksinya menurun sektiar 700 kilogram per minggu. ”Penurunan itu faktornya banyak produsen yang beralih ke bahan nilon,’’ jelas dia. 

Namun demikian, peminat tali goni hingga kini masih tetap ada. Sebagian digunakan untuk kebutuhan tali tembakau hingga tali pembatas sumbu kapal. ”Karena beberapa produksi tali goni di Sragen maupun di tempat lain sebagian sudah tutup,’’ paparnya.

Permintaan tali goni buatan Jumiran, tak hanya diminati kalangan lokal. Tali goni buatannya juga tembus Sumatera. ”Kalau lokal ke sekitar Bojonegoro, tapi Alhamdulillah bisa tembus luar Jawa yakni Sumatera,’’ terang dia.

Harga jual tali goni juga terjangkau. Untuk 1 Kg tali goni, dijual Rp 15.000. Dalam sebulan, ia bisa menjual sekitar 700 Kg sampai 1 ton bergantung permintaan. ”Ya Rp 15.000 per kilonya,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)

Editor : Achmad RW
#tali #Karung goni #dapurkejambon #Jombang