Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ini Rengginang Dari Jombang yang Jadi Primadona Jelang Lebaran

Achmad RW • Senin, 27 Maret 2023 | 14:35 WIB
Abdul Wahid,47, warga Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben harus mengebut produksi rengginang jelang lebaran.
Abdul Wahid,47, warga Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben harus mengebut produksi rengginang jelang lebaran.
JOMBANG -  Jajanan tradisional  rengginang laris manis jelang Lebaran. Jajanan yang terbuat dari beras ketan ini memiliki rasa gurih, renyah, manis dan asin. Cocok untuk camilan juga suguhan di ruang tamu.

Abdul Wahid,47, warga Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben salah satu pembuat rengginang. Di rumahnya, terlihat beberap orang sibuk menjemur kerecekan rengginang.

Wahid sibuk membantu para  pekerja membuat cetakan rengginang di tampah. Tangan mereka sangat terampil dan cekatan ,membuat rengginang satu persatu. Tampak rapi dan bersih. Siap untuk di jemur di bawah terik matahari. Selama satu hari setengah, krecek baru kering dan bisa digoreng dan dikemas untuk dipasarkan.

’’Saya sudah tujuh tahun  membuat usaha rengginang,’’ kata Wahid. Awal belajar dia sempat gagal. Bahkan sampai habis modal Rp 7 juta. Karena kegigihannya terus mencoba dan mencoba, akhirnya bisa berkembang seperti sekaeang.

’’Usaha ini tergantung kondisi cuaca,’’ ucapnya. Jika cuacanya cerah, bisa cepat kering krecek rengginangnya. Kalau cuaca mendung, bisa sampai tiga hari baru siap digoreng.

Saat Ramadan seperti sekarang, permintaan meningkat. Rengginang biasanya digunakan untuk oleh-oleh. ’’Alhamdulilah permintaan sebelum lebaran meningkat hampir 50 persen,’’ ungkapnya.

Sehari Produksi 400 Bungkus

Jelang lebaran, produksi rengginang benar-benar harus dikebut. Bahkan sekali produksi rengginang di tempat Wahid, menghabiskan beras ketan satu kuintal. Menjadi 400 bungkus rengginang yang siap dipasarkan ke konsumen.

’’Bahan membuat reginang,  beras ketan, garam, gula,  air, dan neri untuk  menambah rasa gurih asin,’’  kata Wahid, kemarin.

Harga rengginang beda-beda. Ada harga grosir, ecer dan sales. ’’Untuk harga sales, pengambilan produksi minimal satu kuintal Rp 6.200. Tengkulak Rp 6.500 dan untuk konsumen Rp 7.000,’’ terangnya.

Rengginang buatanya dipasarkan ke tempat-tempat wisata  yang ramai pengunjung. Seperti ke Pandaan Pasuruan dan Blitar. ’’Juga di makam religi seperti Sunan Ampel Surabaya,’’ bebernya. (yan/jif/riz) Editor : Achmad RW
#perak #bandarkedungmulyo #Jajanan Favorit #Kesamben #peterongan #denanyar #kudu #Jatipandak #Tambakberas #Mojowarno #Jelang Lebaran #produksi #plandaan #Mojoagung #Ngusikan #Ploso #Jombang #Kota Santri #Sumobito #durian #Gus Dur #Megaluh #jatiduwur #tembelang #diwek #Ringin contong #rengginang #Rejoso #UMKM #tebuireng #bareng #makam gus dur #kabuh #Wonosalam #Jombang Banget