Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kunci Sukses Berkarir di Luar Negeri Menurut Sunarto: Kuasai Dulu Multi Bahasa

Achmad RW • Sabtu, 30 Desember 2023 | 14:51 WIB
Sunarto saat berfoto di depan Burj Khalifa, salah satu bangunan tertinggi di UEA
Sunarto saat berfoto di depan Burj Khalifa, salah satu bangunan tertinggi di UEA

RadarJombang.id - Menurut Sunarto, untuk bisa merantau ke negeri orang seperti UEA, minimal harus memahami bahasanya. Karena bahasa adalah jendela budaya.

Bahkan, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris saja tidak cukup. Karena banyak jamaah yang berasal dari India, Pakistan serta Bangladesh juga di UEA.

’’Jadi saya memaksakan diri untuk belajar Bahasa Urdu. Melalui keterpaksaan itu, ilmu saya menjadi bertambah,’’ kata ayah dua anak ini.

Dalam percakapan sehari-hari, Bahasa Arab yang ia pelajari di pesantren tidak banyak terpakai.

’’Bahasa Arab percakapan sudah mengalami banyak percampuran dengan bahasa asing lain,’’ terangnya.

Dari sisi teori, ia sudah mempelajari seluruh ilmu yang berhubungan dengan tugasnya saat di pesantren. Kini tinggal praktik di tengah masyarakat yang multikultur.

Namun itu bukan berarti ia tak lagi belajar. Sunarto mengikuti berbagai kegiatan lain, seperti lomba hafalan, khususnya hafalan hadis.

Mengikuti lomba itu, baginya adalah belajar. ’’Secara tidak langsung, pemerintah UEA memfasilitasi saya untuk belajar, menghafal dan memahami hadis,’’ jelas pria yang hobi membaca ini.

Di sana, dia juga mendapatkan fasilitas sanad Alquran dengan para masayikh.

’’Bagi mereka yang ingin belajar, ada halaqah dengan para masayikh,’’ tambahnya.

Sejak menjadi santri di MQ Tebuireng, Sunarto sering meraih prestasi. Di antaranya,  juara 1 pidato Bahasa Arab se-Jawa Timur.

Baca Juga: Begini Cerita Pemuda Asal Sumobito Jombang yang Jalani Pertukaran Pelajar di Taiwan

Serta juara 1 musabaqah hifzil Quran (MHQ) 10 juz tingkat nasional.

Dia memiliki kiat tersendiri dalam menjaga hafalan Alquran. ’’Salah satu cara menjaga hafalan yaitu dengan terus dibaca. Khususnya membaca dalam salat,’’ ungkapnya.

Sunarto juga memboyong istrinya, Ittaqi Tafuzi ke UEA. Demikian pula kedua anaknya, Bitriqa Shamsa Aishie dan Unadik Belhoubb.

Mereka tinggal di Kuwaiti Street, Ras al Khaimah, Uni Emirat Arab.

’’Anak pertama saya masih umur tiga tahun. Rencananya TK di Indonesia,’’ bebernya. (wen/jif/riz)

Editor : Achmad RW
#bahasa #uea #luar negeri