Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tips Mudah Dapat Beasiswa Dari Arek Jombang yang Kini Kuliah S2 di Australia

Wenny Rosalina • Sabtu, 9 Desember 2023 | 15:00 WIB
Ari F Dewi sedang berfoto dengan latar belakang opera house di Sydney, Australia
Ari F Dewi sedang berfoto dengan latar belakang opera house di Sydney, Australia

RADAR JOMBANG - Perjuangan Ari F Dewi yang kini berhasil menempuh pendidikan S2 di The Australian National University juga karena buah ketekunannya.

Setelah lulus S1, Dewi rajin membuka website lpdp.kemenkeu.go.id. LPDP memiliki beberapa jalur pendaftaran, salah satunya yang dikhususkan untuk TNI/Polri.

Tahapannya kurang lebih sama dengan jalur lain, hanya pada jalur ini, calon mahasiswa hanya harus bersaing dengan peserta lain dari TNI/Polri.

”Karena saya sudah bekerja, sebelum mendaftar beasiswa, saya menyampaikan kepada atasan saya karena saya harus mendapatkan izin,” ungkapnya.

Program studi yang diambil juga harus relevan dengan kebutuhan organisasi tempat bekerja.

Tahap pertama adalah seleksi administrasi, kemudian tes bakat skolastik, dan terakhir interview.

Sebelum betul-betul memutuskan kuliah di luar negeri, calon mahasiswa harus memastikan funding (pendanaan).

Karena kuliah di luar negeri biayanya sangat mahal, sehingga penting untuk memastikan, apa saja komponen yang dibiayai beasiswa atau yang tidak dibiayai.

Calon mahasiswa juga harus mempelajari program studi yang akan dipelajari, dengan mencari pengalaman orang lain, atau bisa mencari di internet.

Mencari informasi tentang mata kuliah apa saja yang ditawarkan agar sesuai dengan tujuan awal.

”Biasanya setiap program studi punya struktur yang berbeda, misalnya apakah perlu tesis atau tidak untuk syarat kelulusan,” jelasnya.

Baca Juga: Beberapa Faktor Penting Ini Bikin Gadis Asal Jombang Pilih Lanjutkan S2 Kependidikan di Australia

Menurutnya, mahasiswa yang belajar di Australia dituntut untuk aktif dan terlibat banyak diskusi.

Penyesuaian itu bagi Dewi juga cukup sulit, mengingat kebiasaan kuliah di Indonesia adalah dengan mendengarkan ceramah dosen.

Sebelum masuk kelas, ia juga harus mempersiapkan diri dengan membaca bahan bacaan yang diberikan dosen.

Tapi struktur pembelajaran di Australia disebutnya sangat jelas. Sebelum setiap mata kuliah dimulai, kita sudah tau akan belajar apa saja dalam setiap pekan, tugasnya apa saja, dan deadline-nya kapan.

"Selain itu, dosen juga selalu memberikan feedback atas tugas yang kita kumpulkan. Jadi kita bisa belajar untuk memperbaiki diri dari feedback tersebut,” ungkapnya.

Ini bukan kali pertama pengalaman Dewi tinggal di luar negeri. Sebelumnya ia pernah tiga minggu tinggal di Malaysia, satu bulan di New Zealand.

Namun, ada beberapa hal yang tidak ditemukan di luar negeri, yaitu beragam makanan, jajanan keliling dengan harga yang murah menjadi salah satu hal yang ia rindukan. ”Itu hanya di Indonesia,” tambahnya.

Dewi tidak sendiri di Australia, ia bersama dengan suaminya. Menurutnya, tidak susah membagi waktu antara pekerjaan rumah tangga dan pendidikannya.

Yang penting adalah komunikasi, berbagi tugas rumah, dan saling mengerti. ”Karena saya belum memiliki anak jadi belum terlalu mengalami hambatan,” pungkasnya. (wen/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#s2 #Australia #Jombang #Kuliah