Soal Pemukulan Peserta Muktamar ke-35 NU, Ketua Panlok Bilang Begini

Achmad RW • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:55 WIB
Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Jombang Gus Rozaq
Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Jombang Gus Rozaq

RadarJombang.id – Dugaan pemukulan terhadap salah satu peserta Muktamar ke-35 NU mendapat respons dari Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq.

Ia menegaskan insiden tersebut terjadi di luar lokasi yang menjadi tanggung jawab panitia.

Gus Rozaq juga menyayangkan munculnya konferensi pers terkait dugaan kekerasan tersebut.

Baca Juga: Pemilihan Ketum PBNU Berlanjut Minggu, Muktamar ke-35 Ditarget Tuntas Senin Pagi

Menurutnya, persoalan yang terjadi di luar area Muktamar sebaiknya tidak langsung dikaitkan dengan pelaksanaan Muktamar NU.

"Jadi saya sangat menyayangkan konferensi pers yang terkait itu," kata Gus Rozaq saat ditemui Sabtu (29/8) malam.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, pemukulan terjadi di sebuah hotel pada Kamis (23/8) sekitar pukul 23.00. Insiden berlangsung saat proses registrasi Muktamar masih berjalan.

Baca Juga: Sah! Pemilihan Ketum PBNU Muktamar ke-35 Bakal Pakai Mekanisme AHWA

"Itu kejadian hari Kamis tanggal 23 Agustus pukul 23.00 WIB. Artinya di saat proses registrasi berjalan dan kurang satu jam menjelang penutupan," ujarnya.

Pihak yang terlibat disebut sama-sama berasal dari Kalimantan. Salah satunya merupakan pengurus PCNU, sedangkan pihak lainnya pengurus PWNU.

Gus Rozaq mengaku belum memastikan apakah keduanya merupakan delegasi resmi yang telah melakukan registrasi.

Gus Rozaq juga menolak anggapan panitia kecolongan atas insiden tersebut. Sebab, lokasi kejadian berada di luar wilayah pengamanan Panlok Muktamar.

"Tidak, saya tidak merasa kecolongan. Karena ini di luar jangkauan dan di luar kewenangan tanggung jawab kami," tegasnya.

Menurutnya, panitia hanya memiliki kewenangan pengamanan terhadap area dan penginapan yang telah ditentukan untuk delegasi Muktamar, mulai Tower 1 hingga Tower 9.

"Karena kewajiban kami hanya ada di daerah yang terjangkau, mulai Tower 1, 2, 3, 4, 5, sampai 9," katanya.

Baca Juga: Gus Salam Ungkap Dugaan Kekerasan di Muktamar NU Jombang, Peserta Disebut Dipukul Karena Tak Patuh

Panlok juga tidak berencana memanggil ataupun mempertemukan pihak yang terlibat untuk melakukan mediasi.

Gus Rozaq menyebut proses tersebut diserahkan kepada pihak terkait.

"Tidak ada. Kita serahkan, kalau sudah masuk ranah hukum, ya kita serahkan proses hukum yang berjalan," ujarnya.

Baca Juga: Ditetapkan, Ketum PBNU dan Rais Aam Tak Boleh Rangkap Jabatan Politik

Meski demikian, Gus Rozaq membuka ruang agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Ia meminta persoalan itu tidak berkembang menjadi narasi yang justru memberikan citra negatif terhadap Muktamar.

"Kalau kejadian itu masih bisa dikompromikan secara kekeluargaan, ya tolonglah jangan mudah untuk membuat konferensi pers terkait tindak kekerasan, yang itu akan menarasikan sesuatu yang negatif," tuturnya.

Ia kembali menegaskan, insiden tersebut tidak terjadi di kawasan PP Bahrul Ulum Tambakberas yang menjadi lokasi utama Muktamar ke-35 NU. "Apalagi bukan di Tambakberas. Itu yang saya sayangkan," pungkas Gus Rozaq.

Sebelumnya, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar sekaligus calon Ketua Umum PBNU KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengungkap dugaan pemukulan terhadap salah satu pendukungnya.

Menurut Gus Salam, korban merupakan pengurus PCNU yang mengalami kekerasan setelah tidak mengikuti arahan AHWA dari PWNU-nya.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra sebelumnya mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terkait laporan dugaan kekerasan tersebut. (riz)

Editor : Achmad RW
Peserta Muktamar NU pp tambakberas respons panlok pemukulan