RadarJombang.id – Karier politik Immanuel Ebenezer alias Noel mendadak runtuh hanya dalam hitungan bulan.
Baru 10 bulan menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) di kabinet Presiden Prabowo Subianto, ia kini harus berhadapan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
OTT yang dilakukan KPK, Kamis (21/8), langsung menyita perhatian publik.
Bukan hanya karena status Noel sebagai pejabat tinggi negara, tetapi juga lantaran temuan mencengangkan: belasan mobil mewah hingga motor gede (moge) bernilai miliaran rupiah ikut diamankan penyidik.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan ada 15 mobil dan 7 motor yang berhasil disita dari operasi senyap tersebut.
“Barang bukti kendaraan 15 roda empat dan kendaraan roda dua,” jelasnya di Gedung Merah Putih KPK dikutip dari Jawapos.com.
Koleksi kendaraan Noel bak pameran otomotif kelas atas.
Ada Jeep Cherokee, Nissan GTR, BMW Seri 3, Toyota Hilux, Mitsubishi Pajero Sport, Hyundai Palisade, Corolla Cross Hybrid, Honda CRV, hingga Expander dan Stargazer.
Tak berhenti di situ, Noel juga tercatat memiliki 5 unit moge Ducati dan 2 Vespa Matic.
Semua kendaraan mewah itu disinyalir didapat setelah dirinya menjabat sebagai Wamenaker – hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.
Publik pun bertanya-tanya: bagaimana mungkin seorang pejabat baru bisa mengoleksi harta mencolok dalam waktu singkat?
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menjelaskan OTT yang menyeret Noel berkaitan dengan dugaan pemerasan perusahaan-perusahaan yang mengurus sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.
“Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” ujar Fitroh.
KPK sendiri masih melakukan pemeriksaan intensif dan memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Noel.
Kasus ini langsung menjadi sorotan lantaran Immanuel Ebenezer dikenal sebagai aktivis vokal di berbagai isu sosial-politik sebelum masuk kabinet.
Namun, hanya kurang dari satu tahun di kursi kekuasaan, namanya justru dikaitkan dengan harta mencurigakan dan dugaan korupsi.
Kini publik menanti: apakah lonjakan harta Noel benar terbukti hasil dugaan pemerasan? Ataukah ada permainan lebih besar di balik operasi senyap KPK ini? (jpc/riz)
Editor : Achmad RW