Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Waspada! Polisi Ungkap Ada 'Perang Dingin' Antar Gangster di Jombang

Achmad RW • Senin, 23 Desember 2024 | 16:28 WIB
Ilustrasi gangster
Ilustrasi gangster

RadarJombang.id - Polisi menyebut dari serangkaian kasus gangster di Jombang, mulai ditemukan motif dan modusnya.

Gangster yang biasanya beranggotakan anak ini, biasanya terbentuk dari jejaring pertemanan dan warung kopi, mereka juga bisa disebut tengah melakukan 'perang dingin'.

Hal itu, diungkapkan Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.

Dari beberapa kasus yang tengah berjalan, Kasatreskrim menyebut para gangster ini memang terhitung melakukan perang dingin ini.

“Jadi memang pada dasarnya yang kami pelajari, mereka itu saling menunggu,” terangnya (4/12).

Kasatreskrim menyebut, anggota gangster ini biasanya bergerak secara bersamaan di malam hari.

Mereka tak punya tujuan pasti, namun akan beraksi ketika melihat gangster atau kelompok lain yang berbeda.

“Biasanya saling bentrok apabila mereka bertemu. Atau saat melihat identitas gang itu akan diambil dan akan mengarah ke penganiayaan,” lontarnya.

Hal itu, dilakukan para gangster untuk menunjukkan eksistensinya kepada kelompok lain.

"itu mereka ingin menunjukkan geng saya lebih besar, lebih kuat, tapi yang terjadi malah saling menunggu,” lontarnya.

Sementara terbentuknya para gangster itu, disebut Margono juga berasal kebanyakan dari jejaring pertemanan. Khususnya teman bermain game di warung kopi.

Baca Juga: Kawanan Gangster Bersajam Beraksi lagi di Jogoroto Jombang, Warga Dibacok

“Kalau saya selama di Jombang kemarin yang sudah tertangkap ya yang Oknum Jombang Selatan itu, usia para pelaku semuanya anak di bawah umur, bahkan satu diantaranya di bawah 14 tahun,” terang AKP Margono Suhendra (3/11).

Margono menjelaskan, dari pemeriksaan yang dilakukan kepada para anggota gangster ini, mereka memang kelompok yang tak terorganisir. Para gangster ini, biasanya terbentuk dari teman nongkrong di warung-warung kopi.

“Pengakuan mereka, para gangster ini awalnya biasanya teman ngopi sambil main gim di warkop, intensitas yang makin erat, kemudian membuat mereka menjadi gangster,” lontarnya.

Polisi juga mengungkap, sejumlah anggota gangster ini biasanya memanfaatkan media sosial untuk bergerak. Mereka, juga berkoordinasi lewat media sosial itu.

Dari beberapa kasus terakhir, para gangster ini biasanya akan membuat story yang bisa dilihat para anggota atau followernya saja.

“Dan story itu kan 24 jam hilang ya, jadi memang cenderung sangat sulit dilacak, meskipun kita juga patroli siber,” tambahnya.

Karenanya, polisi menyebut upaya yang kini dilakukan adalah intensifikasi patroli. Utamanya di momen-momen akhir pekan.

“Mereka memang cenderung aktifnya di akhir-akhir pekan, karena mereka anak sekolah dan liburnya juga sabru minggu, jadi setiap itu kita akan patroli lebih massif biasanya,” lontarnya. (riz)

Editor : Achmad RW
#perang dingin #Jombang #Polisi #gangster #waspada