RadarJombang.id – Penyelidikan kasus video mesum yang diduga dilakukan mantan Kepala dan Sekretaris Dinas P dan K Jombang terus berlanjut.
Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Jombang terus mendalami keterangan saksi.
Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo mengatakan, sejauh ini total ada tujuh pegawai yang sudah diperiksa.
”Baru 7 orang yang sudah diperiksa, dan belum semuanya belum diperiksa,” ujar dia, Jumat (6/9).
Ia menyampaikan, pemeriksaan awal terhadap Senen dan Dian Yunitasari sudah dilakukan.
Namun, itu belum cukup, sebab keduanya akan dijadwalkan menjalani pemeriksaan kedua.
Rencananya, itu dilakukan setelah pemeriksaan yang dilakukan Irjen Kemendagri dan APIP Jombang selesai.
”Pemeriksaan awal sudah, nantikan setelah dapat keterangan akumulasi dari semua karyawan baru akan dilakukan pemeriksaan lagi," ungkapnya.
"Jadi pemeriksaan forensik itu pemeriksaan mendalam, mengumpulkan semua bukti secara snowball, seperti itu,” tambahnya.
Disinggung terkait hasil pemeriksaan CCTV yang dikirim ke Polda Jatim, Teguh menyebut sejauh ini belum ada hasil.
”Itu yang diajukan ke forensik reskrim Polri. Sudah dikirim ke sana tapi belum ada feedback laporan dari reskrimnya,” ujarnya.
Baca Juga: Dalami Video Mesum Dinas P dan K Jombang, APIP Periksa Staf Hingga Kirim Bukti Video ke Polda Jatim
Sejauh ini, pihaknya menegaskan masih melakukan pemeriksaan secara komprehensif terhadap pegawai yang dinilai memiliki hubungan dan kewenangan.
”Masih diperiksa sama inspektorat, belum laporan ke saya, jadi masih bisa berkembang. Terkait itu (sanksi) belum. karyawan juga belum diperiksa semua,” tandasnya.
Meski demikian, usai diberhentikan sementara dari jabatannya, Senen dan Dian Yunitasari tidak lagi mendapatkan tunjangan penghasilan pegawai (TPP).
”Kan sudah di non job kan. Jadi sebagai pegawainya dapat tapi tunjangan jabatan sebagai kepala dinas dihapus,” pungkasnya.
Sebelumnya, video diduga dua pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mesum di ruangan sekretaris dinas tersebar di sosial media facebook.
Dalam video yang diunggah akun Siska S itu, terekam aksi sepasang pejabat yang diduga Kepala dan Sekretaris Dinas P dan K Jombang berbuat mesum.
Keduanya tampak sedang saling berpelukan hingga bermesraan dalam ruangan milik Sekretaris Dinas P dan K Jombang tersebut.
Dian Yunitasari, sekretaris dinas P dan K Jombang membenarkan, jika yang berada dalam video tersebut adalah dirinya. Ketika sedang bersama kepala Dinas P dan K di ruangannya.
”Sebetulnya ada masalah internal di Dikbud, masalah PPDB, saya protes sebetulnya, pak kadis kemudian menjelaskan dan menunjukkan data itu, lalu saya suruh minggir bapak itu, dan saya berdiri,” kata Dian kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Ia mengaku tak berani bercerita, masalah apa yang tengah dialami. Ia menegaskan, jika kepala Dinas P dan K saat itu mendekat untuk menunjukkan data yang ada di HPnya.
”Saya protes kenapa ada seperti ini, pak kadis menjelaskan dan menunjukkan data di HP. Saya kan bergeser itu, kalau saya mau kan saya mendekat, itu saya bergeser,” jelasnya.
Ia mengaku tak tau, jika video yang berasal dari CCTV kantor tersebut tersebar.
”Saya syok banget lihat seperti itu, itu saya tidak tahu saya kaget juga kok ada seperti itu,” ungkapnya.
Sementara itu Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang membenarkan jika dalam video itu adalah dirinya bersama sekretaris dinas.
”Waktu itu masalah rame PPDB, saya menjelaskan ada pengaduan atau pertanyaan saat itu, kemudian saya jelaskan,” ungkapnya.
Ia mengaku tak tau, bagaimana video tersebut bisa tersebar. Ia juga membenarkan, jika lokasi video itu adalah ruang Sekretaris dinas P dan K.
”Saya malah tidak tahu kalau video itu menyebar, sepertinya memang CCTV dari ruang administrasi, yang bisa mengakses itu yang pasti orang internal,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW