RadarJombang.id - Petugas dari kementrian perhubungan memeriksa bus PO Bimorio yang membawa rombongan study tour SMP PGRI 1 Wonosari Malang.
Hasil pemeriksaan itu, tim menemukan beberapa fakta baru dalam bus yang mengalami kecelakaan di Tol Jombang Mojokerto itu.
Salah satunya adalah dimungkinkan ada indikasi overspeed alias berkendara terlalu kencang.
Hal itu, diungkapkan Korsatpel UPPKB Trowulan Kementrian Perhubungan Imam Nawaji.
“Jadi sejak kemarin, kami melakukan pemeriksaan memang ke busnya, juga ini tadi memintai keterangan kepada sopirnya juga,” terang Imam Kamis (23/5).
Imam, menyebut dari pemeriksaan kendaraan sementara ini diketahui tak ada yang janggal.
Dalam pemeriksaan awal, kendaraan memang bisa dibilang dalam kondisi baik.
Uji KIR bus tersebut juga masih dalam kondisi hidup.
“Jadi kalau mobil (Kendaraan,Red) ini sebenarnya masih fix (layak jalan,red), memenuhi syarat,” ungkapnya.
Kendati demikian, ada satu hal yakni nomor uji kendaraan yang hingga kemarin disebutnya belum ditemukan petugas.
“Ini yang nanti masih akan kit acari lagi lebih dalam,” lontarnya.
Selain itu, dari permintaan keterangannya kepada sopir, Imam menyebut menemukan indikasi besar jika pemicu kecelakaan ini adalah human eror.
“Seperti waktu ditanya sopir memang mengaku mengantuk, dan sempat ketiduran, karena memang dia sopir tunggal,” lontarnya.
Selain itu, pihaknya juga menemukan adanya indikasi overspeed alias kecepatan terlalu tinggi sebelum kecelakaan berlangsung.
“Yang jelas dari GPS sementara menunjukkan kecepatan mencapai 108 kilometer perjam,” tambahnya.
Hasil pemeriksaan itu, disebutnya akan diolah dan akan diserahkan kepada pihak kepolisian nantinya sebagai tambahan barangbukti dalam kasus ini.
Diberitakan sebelumnya, bus pariwisata yang membawa rombongan study tour SMP PGRI 1 Wonosari Malang mengalami kecelakaan di KM 694.600 A Tol Jombang Mojokerto.
Bus itu, menabrak bokong sebuah truk nopol N 9674 UH yang sedag membawa gerabah.
Truk ini, sedang disopiri Arif Yulianto, 37, warga Lawang Malang.
Akibat kejadian itu, kondisi bus mengalami kerusakan parah bagian depan.
Dari 51 penumpang bus itu, 14 diantaranya mengalami luka-luka sementara 2 orang yakni kenek bus dan salah satu guru meninggal dunia. (riz)
Editor : Achmad RW