Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Rumahnya Digeruduk Warga Gegara Aplikasi Trading Smart Wallet, Anggota DPRD Jombang: Saya Juga Korban

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 3 April 2024 | 13:40 WIB
Ilustrasi aplikasi trading SMart Wallet yang bikin rumah anggota DPRD Jombang digeruduk warga
Ilustrasi aplikasi trading SMart Wallet yang bikin rumah anggota DPRD Jombang digeruduk warga

RadarJombang.id - Ahmad Tohari, anggota DPRD Jombang membenarkan rumahnya digeruduk warga gegara aplikasi trading smart wallet.

Namun, Tohari mengaku tak bisa bertanggungjawab apapun terkait kerugian yang dialami warga gegara aplikasi trading smart wallet itu.

Pihaknya juga berdalih, ia sendiri juga termasuk korban dan rugi besar akibat aplikasi trading itu.

Menurut Thohari, aplikasi smart wallet itu merupakan aplikasi internasional yang berpusat di Amerika.

Aplikasi ini mempunyai berbagai pemasaran di sejumlah negara Asia seperi Hongkong, Malaysia dan lainnya. ”Memang cara pemasaran dari HP ke HP,” katanya.

Dia mengaku, awal mula bergabung Maret 2023 lalu. Dirinya memang kali pertama yang mengikuti aplikasi tersebut.

“Aplikasi itu kan berbentuk trading, jadi menaruh modal dulu minimal Rp 30 dolar Amerika atau Rp 470 ribu,” beber Tohari.

Setelah merasa hasilnya cukup baik, maka dia menambah modal hingga Rp 15 juta.

”Karena hasilnya bagus saya mengajak teman partai. Saya kasih modal, karena saya juga suka kalau melihat teman sukses,” katanya.

Akhirnya, teman-teman Tohari mulai mengenalkan aplikasi tersebut ke banyak masyarakat.

Dari mulut ke mulut akhirnya aplikasi ini menyebar dengan cepat.

Baca Juga: Heboh! Puluhan Warga Pojok Kulon, Jombang Tertipu Arisan Bodong, Nilainya Miliaran Rupiah

”Sebenarnya terkait direktur saya juga bukan direktur. Cuma leader karena awal mengikuti aplikasi ini,” tegas anggota Komisi C DPRD Jombang ini.

Saat disinggung puluhan warga yang geruduk rumahnya, ia mengaku juga tidak mengenal orang-orang tersebut.

Sebab, aplikasi trading memang menyebar dari mulut ke mulut.

”Jadi saya juga tidak kenal,” sebutnya.

Terlebih, dengan aplikasi itu dirinya juga mengalami kerugian cukup banyak.

”Saya juga mengalami kerugian banyak. Saya juga korban dari aplikasi ini,” pungkas Tohari.

Editor : Achmad RW
#digeruduk warga #Trading #Anggota DPRD Jombang #Smart Wallet