JOMBANG – DN, 31, ibu dua anak asal Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng nekat mengakhiri hidupnya Selasa (4/7) pagi. Ia, gantung diri dan meninggalkan surat wasiat untuk ibu, suami dan anaknya.
Dari data yang dihimpun, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 11.00. Yang menemukan DN, adalah R, 12, anak korban. Saat itu, R menemukan ibunya dalam kondisi menggantung di blandar kamarnya.
“Anaknya yang mau SMP itu yang pertama tahu, terus dia lari ke luar minta pertolongan,” terang Anisa, Kades Mundusewu.
Namun, saat akan ditolong warga, DN sudah meninggal dunia. Sebelum nekat mengakhiri hidupnya, Anisa menyebut DN juga meninggalkan sepucuk surat wasiat. Dalam surat di kertas dengan tulisan tangan itu, DN mengaku tak kuat lagi menjalani hidup.
Ia juga mempersilakan suaminya untuk menikah lagi, dan meminta dua anaknya di urus ibunya jika ia telah meninggal.
“Kalau masalah utamanya yang membuat dia bunuh diri tidak diketahui, karena tidak ada pertengkaran juga sebelumnnya, dan korban juga tidak sedang sakit,” lontarnya.
Meninggalnya ibu muda itu, dibenarkan Kapolsek bareng AKP Darsono. Pihaknya menjelaskan, telah menerjunkan tim untuk mengevakuasi korban. “Jadi benar, pihak keluarga juga sudah ikhlas dan korban dipastikan meninggal karena bunuh diri memang,” terang Darsono kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Pihaknya juga menyebut, hingga kini polisi masih mendalami lebih lanjut terkait motif bunuh diri DN. “Untuk motif atau penyebabnya masih dilakukan penyelidikan,” pungkasnya. (riz)