“Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya di Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, setelah tim melakukan pemantauan sebelumnya,” terang AKP Bambang Setio Budi Kapolsek Mojoagung.
Ia menjelaskan, penangkapan kepada Heri, sempat diwarnai aksi kejar-kejaran. Heri berupaya melarikan diri dengan lari menaiki genting rumahnya. “Kita kemudian melakukan pengepungan, tersangka tertangkap setelah jatuh dari genteng ke lubang kotoran sapi,” lanjutnya.
Setelah tertangkap, Heri tak berkutik dan hanya pasrah saat digelandang ke Mapolsek Mojoagung. Ia lari dari rumahnya dan menghilang sejak (15/6) lalu setelah membacok suami siri istrinya. “Tersangka sempat kerja berpindah-pindah di luar Jombang, hingga akhirnya kami mendegar informasi pelaku pulang ke rumahnya,” imbuh dia.
Akibat perbuatannya, pelaku kini meringkuk di tahanan. Ia, dijerat polisi dengan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. “Ancaman hukumannya di atas lima tahun,” tegas Bambang.
Sementara itu, Heri mengaku perbuatan yang ia lakukan kepada Sugio karena cemburu wanita yang belum resmi bercerai dengannya ditiduri pria lain. “Itu spontan. Karena tahu (Sugio, Red) di dalam rumah dengan istri saya, langsung emosi," ujarnya.
Heri kemudian kabur ke luar kota karena takut ditangkap polisi dan tidak bisa bekerja untuk membiayai anaknya yang masih sekolah. "Saya melarikan diri karena takut tertangkap. Kalau ketangkap saya nggak bisa kerja. Kan anak saya masih butuh biaya sekolah," pungkas dia.
Seperti pernah diberitakan, Sugio, 50, warga Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, menjadi korban pembacokan di rumah kontrakan Perumahan Griya Trisno Asri Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Rabu (15/6) siang. Ia, dibacok suami istri sirinya yang sudah lama pisah ranjang.
Kejadian ini berawal saat Sugio tengah berada di rumah Nur Aini, 40, perempuan yang mengaku telah dinikahinya secara siri. Nur sendiri sudah beberapa bulan mengontrak di rumah itu setelah pisah ranjang dengan Heri Utomo, 55, meski belum resmi bercerai.
Akibat bacokan sabit yang dibawanya, korban langsung tersungkur di lantai bersimbah darah. Serangan itu membuat Sugio menderita luka bacok di pergelangan tangan kiri dan dahi. Bahkan, dahi korban harus mendapat sembilan jahitan. (riz/bin/riz) Editor : Achmad RW