”Ini akan secepatnya segera dirapatkan, kenapa kok mundur? Sampai saat ini desa juga belum diberi laporan keuangan, mungkin karena belum terjadi transaksi,” terang Didik Dwi Mulyawan Kades Tunggorono yang juga salah satu komisaris BUMDesma kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (21/7) kemarin.
Disinggung terkait desa-desa yang tergabung dalam BUMDesma ikut menyertakan modal Rp 50 juta, dia tak menampik. Bahkan Desa Tunggorono salah satu desa yang sejak awal sudah menyertakan dana. ”Setiap desa diawal harus mengirimkan Rp 50 juta untuk penyertaan modal. Tapi, setahu saya belum semua (penyertaan modal, Red),” terangnya.
Dia menambahkan, meski menyertakan modal sebanyak Rp 50 juta dari dana desa, hingga kini pihaknya belum pernah mendapatkan profit dari pengelolaan BUMDesma. ”Jadi sampai saat ini kami belum bisa menikmati uang setelah penyertaan modal kemarin,” imbuhnya.
Disinggung tim kejaksaan turun mendalami program bantuan sapi dari Kemendes PDTT, Didik tak menampik. ”Jadi benar sudah turun kemarin (Rabu, Red), ke sini tanya dan mencari sapinya,” kata Didik.
Meski tak dijelaskan dengan rinci, dikatakan tim mendatangi sejumlah titik untuk melacak keberadaan sapi. ”Hanya konfirmasi saja, tim lalu ke lokasi sapi di tempat Banjardowo, Megaluh,” imbuh dia. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW