Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

VIRAL! Pengurus Pondok MSA Sebut Menghadang Polisi sama dengan Perang Badar

Achmad RW • Senin, 11 Juli 2022 | 03:33 WIB
potongan video viral, saat Edi menyampaikan orasi kepada jamaah yang baru pulang dari Mapolres Jombang.
potongan video viral, saat Edi menyampaikan orasi kepada jamaah yang baru pulang dari Mapolres Jombang.
JOMBANG – Video orasi yang dilakukan pengurus Pondok Shiddiqiyyah viral di media sosial. Dalam video itu, orator yang sedang berbicara di depan jamaah yang sempat melontarkan kalimat provokatif. Ia menyamakan penghadangan yang dilakukan jamaah Kamis (7/7) lalu kepada petugas yang menangkap MSA laiknya perang badar, ada juga ajakan kembali berperang.

Dalam video berdurasi 2 menit itu, terlihat seorang pria sedang berorasi di depan ratusan jamaah. Pria itu, diketahui adalah Edi Setyawan, salah satu petinggi Orshid. “Selamat datang dari sebuah malam yang panjang, selamat datang dari campur aduknya rasa kegelisahan, ketakutan dan kemarahan, bak perang badar yang pernah dialami Rasulullah bersama 313 pasukannya melawan 1000 pasukan kafir yang bersenjata lengkap,” ucap Edi dalam video itu.

Edi melanjutkan orasinya. Ia, juga berucap dan menyamakan perlawanan para jamaah kepada petugas yang melakukan upaya penjemputan paksa kepada MSA laiknya perang badar. “Seperti itu juga kita, 316 pulang dari perang badar Shiddiqiyyah,” lontarnya.

Dalam video yang sama, ia juga menyebut tindakan petugas yang masuk ke pondok sebagai upaya penyerangan. Polisi, juga dianggap bernurani tertutup karena masuk ke pesantren dan menangkap MSA. “Kita tidak menyerang, merekalah yang menyerang, kita tidak melawan, merekalah yang memukuli dan menendangi kita dan meludahi kita. Kita hanya bertahan untuk harga diri kita sebagai santri-santri pesantren Shiddiqiyyah yang membela ulama warasatul anbiya, ....dan kita mempertahankan pesantren kita yang telah dimasuki mereka-mereka yang hati nuraninya tertutup itu,” lontarnya.

[irp]
Di akhir orasinya, Edi menyebut seluruh kesakitan yang dialami jamaah itu adalah untuk kejayaan ajaran mereka. Ia, juga sempat melontarkan kata-kata bernada provokatif yang menyebutkan ajakan berperang ketika dibutuhkan. “Setiap kesakitan pukulan dan tendangan yang anda terima, dan setiap darah yang menetes dari luka tubuh kita, itu semua demi kejayaan demi kejayaan indonesia raya. Dan jika shiddiqiyyah memanggil kita lagi, siap tidak untuk berjuang? Siap tidak untuk perang?” teriaknya disambut pekikan takbir dari jamaah yang hadir.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha menyebut telah mengetahui perihal video yang beredar itu. Pihaknya juga akan melakukan tindakl anjut soal video bernada profokatif itu. “Iya kita sudah monitor mas, kita akan jadwalkan pemanggilan terhadap orator,” ucapnya.

[irp]

Seperti diberitakan sebelumya, 323 jamaah Shiddiqiyyah sempat diamankan polisi saat upaya jemput paksa MSA Kamis (7/7) lalu. Mereka, dibawa menuju Mapolres Jombang karena dinilai melakukan penghalangan tugas polisi. Namun, Jumat (8/7), 318 diantaranya dipulangkan kembali, sementara 5 orang lainnya ditahan karena ditetapkan sebagai tersangka penghadangan kepada petugas. (riz/naz) Editor : Achmad RW
#provokatif #MSA #MSA Cabul Jombang #Penghadangan petugas #pengurus shiddiqiyyah #video viral #Pondok Ploso