RadarJombang.id – Arc Elbaph memasuki fase paling brutal dan emosional lewat bocoran Chapter 1174 bertajuk “Hal Terkuat di Dunia”. Konflik tidak lagi sekadar pertarungan fisik. Taruhannya kini nyawa anak-anak raksasa dan harga diri seluruh bangsa pejuang.
Chapter berisi 17 halaman dan langsung melanjutkan adegan mengerikan dari akhir kisah sebelumnya. Kapal pengangkut sandera hancur, awan laut berlubang, jalur evakuasi tertutup. Situasi berubah dari misi penyelamatan menjadi ancaman kematian massal.
Sommers tampil sebagai figur paling mengerikan dalam bab ini. Ia bukan sekadar antagonis, melainkan sosok yang menikmati kepanikan. Ekspresinya berubah menjadi licik dan menjijikkan saat menyaksikan tragedi di depan mata. Ia bahkan menyebut metode kematian itu sebagai sesuatu yang “ilahi”.
Drama emosional memuncak saat anak-anak raksasa berjalan tanpa kendali menuju dermaga akibat panah Gunko. Tangisan, penyesalan, serta pelukan terakhir keluarga menjadi pusat bab ini. Elbaph bukan lagi arena perang, melainkan panggung pengorbanan.
Namun di tengah tragedi, sesuatu kolosal bangkit. Seluruh pulau bergetar. Salju turun di tengah badai petir. Genderang misterius kembali terdengar, mengguncang jantung para raksasa. Momen ini menjadi titik balik besar dalam arc Elbaph.
Chapter 1174 bukan hanya tentang kekuatan fisik. Ini tentang harapan yang menolak mati. Tentang makhluk raksasa yang menutupi langit. Tentang “Dewa Matahari” yang kembali turun bersama irama pembebasan.
Full Spoiler One Piece Chapter 1174:
- Judul Chapter 1174 “Hal Terkuat di Dunia”
- Chapter terdiri dari 17 halaman.
- Permintaan pembaca di cover: “Roger menjinakkan dan berjalan-jalan dengan T-Rex seperti anak anjing.”
Roger memberi sepotong daging pada T-Rex yang memakai topi Roger (topi dengan lambang Jolly Roger miliknya, bukan topi jerami yang ia berikan pada Shanks).
- Chapter dimulai dari akhir chapter sebelumnya. Sommers terkejut karena Monster Nika (mode MMA) menghancurkan kapal dan membuat lubang besar di awan laut, sehingga sekarang mereka tidak bisa membawa anak-anak keluar dari pulau.
- Sommers mencoba menghentikan anak-anak yang masih berjalan menuju dermaga karena panah Gunko, tapi dia tidak bisa menghentikan mereka.
Tiba-tiba wajah Sommers berubah menjadi ekspresi mengejek, licik, dan menjijikkan (dia bahkan meneteskan air liur karena kesenangan).
- Sommers: “Apa-apaan ini… cara membunuh seperti ini sungguh ilahi!!! Ini layak dicoba!! Lagipula, ini juga akan jadi kesalahan ‘Sang Agung’!! Karena dia mengambil alih tubuh Gunko!!
Air mata!!! Panggilan satu sama lain!!! Cinta antara orang tua dan anaknya!!! Sekarang ini… inilah yang disebut ‘emosi’!!”
- Lalu Sommers berbicara pada anak-anak, mengatakan bahwa rencana awal mereka adalah mengantarkan mereka dengan selamat ke Tanah Suci.
Namun karena kapal dan awan laut sudah hancur akibat kecelakaan yang tidak menguntungkan, rencananya berubah.
- Sommers (bersemangat): “Itu berarti kalian semua akan mengalami kema— maksudku, kematian yang mengerikan karena terjatuh…!!”
- Colon menangis dan berkata dia tidak akan melakukan hal buruk lagi.
Lalu kita melihat kilas balik kecil tentang anak-anak raksasa yang dimarahi orang tua mereka.
Contohnya, Colon memenangkan “duel” melawan anak lain dan mengambil mainannya (robot kecil yang mirip Emeth).
Ripley memarahi Colon, mengatakan bahwa karena dia jauh lebih kuat dari anak-anak lain, dia seharusnya bersikap baik pada mereka.
- Saat Colon hampir mencapai ujung dermaga, Ripley muncul di depannya dan memeluknya (melukai dirinya sendiri karena duri-duri).
- Colon: “Wahhhh!!! Aku tidak mau mati!! Ibuuuuu!!!”
- Ripley: “Colon!! Ke sini!!! Maaf… Aku tidak bisa menghentikan ini…”
- Colon: “Pergi dariku, Ibu!! Nanti Ibu mati!!!”
- Ripley: “Aku tidak peduli. Aku tidak akan membiarkanmu mati sendirian!!”
- Lalu, dalam satu double page yang sangat menyedihkan, kita melihat Ripley dan semua kerabat lainnya (termasuk Dimo, Ange, dan Road) memeluk anak-anak itu dan jatuh bersama-sama ke “Dunia Bawah”.
- Namun tiba-tiba, seluruh Elbaph mulai bergetar dan sesuatu yang kolosal muncul. Luffy raksasa dalam mode Gear 5 ada bersama makhluk itu dan menyelamatkan anak-anak serta para kerabat mereka.
Makhluk tersebut adalah Loki yang berubah menjadi naga, dan anak-anak serta para kerabat jatuh mendarat di punggungnya.
- Naga Loki adalah naga barat berwarna hitam, perpaduan antara naga “Game of Thrones” tetapi dengan kepala seperti naga di “Sleeping Beauty” dan tentu saja tanduk khas Loki.
Mata Loki terlihat seperti mata Big Mom atau makhluk yang terkena Domi Reversi.
- Setelah kemunculan Loki, salju mulai turun di Elbaph dan petir menyambar di seluruh pulau.
Itu terjadi berkat kekuatan Buah Iblis milik Loki (nama Buah Iblisnya belum disebut di chapter ini).
- Naga Loki membawa anak-anak dan para kerabat mereka ke tempat yang aman, lalu mulai melawan monster-monster MMA.
Pada saat yang sama, suara genderang mulai terdengar di seluruh pulau. Para raksasa terkejut mendengar suara itu, Sommers murka, dan Imu/Gunko hanya mengamati apa yang terjadi dalam diam.
- Para Raksasa: “Apa irama ini!? Elbaph sendiri sampai bergetar!!”
- Dalam salah satu double page paling epik di “One Piece”, kita melihat Naga Loki menghancurkan segala sesuatu di jalurnya dan mengalahkan banyak monster MMA.
Luffy Gear 5 dan Squirrel Ragnir berada di atas kepala Loki.
Ukuran Luffy sekitar 4 kali lebih besar dari Squirrel Ragnar.
Namun Luffy raksasa hanya sekitar sepertiga dari salah satu tanduk Loki, jadi bisa dibayangkan sebesar apa Naga Loki.
- Chapter berakhir dengan beberapa kata penutup dari Jarul…
- Jarul: “Pada hari badai petir ‘bersalju’…!! Seekor ‘makhluk raksasa’ muncul, menutupi langit... Dan bersama dengan ‘Genderang Pembebasan’... ‘Dewa Matahari’ turun...!!!”
- Luffy: “Ahhyahyahya!! Ini seru banget!! Lihat betapa besarnya kamu!!!”
- Chapter berakhir disini, minggu depan libur.
(riz)
Editor : Anggi Fridianto