RadarJombang.id - Akhirnya yang ditunggu-tunggu fans One Piece datang juga.
Dalam episode terbaru arc Egghead, kelima Gorosei—para tetua Pemerintah Dunia—memamerkan bentuk sejati mereka.
Bukan lagi sekadar kakek tua berjas rapi, mereka berubah jadi monster raksasa yang bikin bulu kuduk merinding.
Suasana di Egghead pun berubah seketika.
Luffy, Vegapunk, dan para sekutu yang sebelumnya sudah kewalahan, kini harus berhadapan dengan lima makhluk gaib yang seperti keluar langsung dari kitab legenda Jepang dan mitologi dunia.
Kenalan dengan Wujud Yōkai Gorosei
St. Marcus Mars – Itsumade
Mars jadi burung raksasa berparuh panjang dengan wajah menyeramkan.
Dalam cerita rakyat, Itsumade muncul saat bencana.
Cocok banget dengan perannya sebagai “teror dari langit” yang tak bisa dihentikan.
St. Ethan Baron V. Nusjuro – Bakotsu
Bayangkan kuda kerangka membawa samurai tua bersenjatakan pedang.
Itulah Nusjuro. Ia melaju super cepat, menebas puluhan Pacifista hanya dalam sekejap.
Inspirasi Bakotsu memang lekat dengan kuda hantu yang membawa kematian.
St. Topman Warcury – Fengxi
Warcury berubah jadi babi hutan raksasa dengan taring menakutkan.
Legenda Fengxi menggambarkannya sebagai hewan liar yang bahkan bisa melawan dewa.
Dengan kekuatan itu, tubuhnya kebal dsri segala serangan fisik.
Ia jadi tank hidup, menghajar apa saja di depannya.
St. Shepherd Ju Peter – Sandworm
Berbeda dari yōkai Jepang, Ju Peter hadir sebagai sandworm, cacing pasir raksasa yang bisa muncul dari bawah tanah.
Legenda makhluk mitologi ini banyak muncul di daerah timur tengah dengan padang pasir luasnya.
Bayangkan saja nggak ada tempat aman, bahkan tanah pun bisa jadi jebakan.
St. Jaygarcia Saturn – Gyūki (Ushi-oni)
Saturn lebih dulu unjuk gigi, wujudnya mirip laba-laba raksasa dengan kepala lembu.
Dalam legenda, Gyūki adalah monster pantai pemangsa manusia.
Ia melumpuhkan musuh dengan racun dan aura kegelapan.
Kenapa Ini Penting?
Selama ini Gorosei hanya tampil sebagai politisi tua yang penuh rahasia.
Kini terungkap, mereka bukan sekadar birokrat, tapi monster abadi yang mewakili malapetaka dari segala penjuru: langit, darat, laut, bawah tanah, hingga kematian itu sendiri.
Oda seolah ingin memperlihatkan bahwa Luffy, sang Dewa Matahari Nika, tidak cuma berhadapan dengan pemerintah korup, tapi dengan “iblis purba” yang menjaga dunia lama. Pertarungan ini bukan cuma soal pukul-pukulan, tapi juga perang simbol: cahaya melawan kegelapan, kebebasan melawan pengekangan.
Dengan visual resmi di anime, misteri Gorosei akhirnya terjawab. Dan satu hal jadi jelas: One Piece benar-benar memasuki level cerita yang lebih kelam, lebih megah, dan tentu saja lebih seru. (riz)