Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Film Animasi "Merah Putih One for All" Ramai Dihujat Netizen, Disebut Buru-Buru Rilis demi Lawan One Piece?

Achmad RW • Jumat, 8 Agustus 2025 | 19:46 WIB
Film animasi nasional bertajuk Merah Putih One for All
Film animasi nasional bertajuk Merah Putih One for All

Radarjombang.id - Film animasi nasional bertajuk Merah Putih One for All menuai sorotan tajam dari publik.

Bukannya banjir pujian, film yang mengusung semangat persatuan dan nasionalisme ini justru ramai dihujat warganet di media sosial.

Film berdurasi 80 menit ini menampilkan petualangan delapan anak dari beragam latar budaya di Indonesia dalam misi mencari bendera pusaka yang hilang menjelang Hari Kemerdekaan.

Mengusung pesan moral seperti keberagaman, persatuan, dan semangat juang, film ini awalnya digadang-gadang sebagai kebangkitan animasi lokal.

Namun tak butuh waktu lama, kolom komentar media sosial justru dipenuhi respons pedas dari netizen.

Bahkan, banyak yang menyebut film ini sebagai “proyek dadakan” yang dirilis terburu-buru hanya untuk mengimbangi fenomena viralnya bendera bajak laut One Piece.

“Heeeleeeh... gak usah berlebihan narasinya. Bilang aja ini film buru-buru dirilis buat mengkonter maraknya bendera One Piece kan. Narasi yang basi,” tulis akun Muhammad Dimyathie Riza, yang mendapat banyak dukungan warganet lain.


Tak hanya dari sisi narasi, tampilan visual dan desain karakter juga menjadi sasaran kritik.

“Kenapa harus nonjolin karakter begitu banget sih... kesannya orang Indo tuh look-nya kayak di kartun yang lo buat ajjj!” tulis akun Shulga Zhul Izhul, menyindir desain karakter yang dinilai terlalu “dipoles”.

Beberapa komentar lain menyebut film ini terlalu memaksakan diri agar terlihat layak ditonton dan dibanggakan.

“Maksa banget untuk disukai, dicintai, dan dibanggakan,” ujar akun Diko yang mendapat puluhan likes.

Bahkan ada yang menyamakan kualitas film ini dengan animasi keluarga lawas.

“Setelah dipikir-pikir, kartun Keluarga Somat tidak terlalu buruk,” komentar akun Ujang Bedil.

“Aib negara,” tambah akun A Moba dalam komentar pendek namun tajam.


Tagar sindiran seperti "Film Gorengan" hingga "Proyek Cuci Anggaran" mulai ramai di berbagai platform.

“Cerita template, karakter creepy, lengkap sudah proyek cuci-cuci anggaran ini,” tulis Moch Rijaludin San.


Namun di tengah hujatan, ada juga netizen yang tetap mendukung.

“Yang penting jalan ceritanya bagus, kembangkan terus kreasi anak bangsa,” tulis Bams Bams dengan nada optimistis.


Meski demikian, komentar positif tersebut tampaknya kalah nyaring dibanding arus kritik. Bahkan ada yang menyebut film ini akan turun layar lebih cepat dari jadwal.

“Kalau baca komentar-komentar gini, bioskop mulai ketar-ketir... sehari tayang cukup sekali jam 11 malam, besoknya turun layar,” sindir akun Doto Hendarto.


Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Film "Merah Putih One for All"?

Film ini memang punya misi mulia: menyampaikan nilai-nilai patriotisme lewat animasi yang bisa dinikmati seluruh keluarga. Tapi apakah eksekusinya bisa diterima oleh generasi penonton digital yang lebih kritis dan terbiasa dengan standar visual ala anime Jepang dan animasi Hollywood?

Apakah benar ini hanya proyek "pemadam isu" yang digarap tergesa-gesa?

Atau justru ini bentuk awal dari kebangkitan industri animasi lokal yang masih mencari bentuk dan gaya tersendiri?

Yang jelas, film Merah Putih One for All telah memantik perdebatan luas dan menjadi viral bukan karena prestasinya, tapi karena kontroversinya. (riz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#merah putih #Hiburan Anak #film animasi #Radar Jombang #rekomendasi film animasi #dihujat netizen #Merah Putih One for All