Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tingkatkan ekonomi, Pemdes Galengdowo Jombang Sulap Pasar Kaget Jadi Pasar Desa

Dwi Aris Supriyanto • Jumat, 5 Juni 2026 | 07:12 WIB
: Kepala Desa Galengdowo Wartomo meninjau perkembangan pembangunan Pasar Desa Galengdowo.
: Kepala Desa Galengdowo Wartomo meninjau perkembangan pembangunan Pasar Desa Galengdowo.

RadarJombang.id - Pemerintah Desa (Pemdes) Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang tancap gas mengembangkan potensi ekonomi desa.

Salah satunya melalui pembangunan pasar desa yang lebih representatif.

Kepala Desa Galengdowo Wartomo mengungkapkan, pasar tersebut sebelumnya hanya berupa “pasar kaget” yang tidak pernah tersentuh perbaikan selama puluhan tahun.

Baca Juga: 217 Desa di Jombang Kini Berstatus Desa Mandiri, Tak Ada Lagi Desa Tertinggal

”Pasar tersebut dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Pasar Plumpung, namun lokasinya di Dusun Sanggar,” terangnya.

Melalui musyawarah bersama warga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, pasar itu kemudian disepakati bernama Pasar Desa Galengdowo.

”Pasar desa ini diproyeksikan menjadi unit usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lohjinawi,” imbuhnya. 

Baca Juga: 7 Desa di Jombang Sudah Punya Kades Terpilih, 5 Desa Lainnya Menyusul Juni Ini

Selain penataan lapak, Pemdes juga akan membangun kios yang bisa disewakan kepada pelaku usaha.

”Selain dibangun lapak yang lebih memadai, nantinya juga akan dibangun kios untuk disewakan ke pelaku usaha. Hasil dari persewaan kios yang akan menjadi pemasukan Pemdes melalui BUMDes,” tandas Wartomo.

Ia menjelaskan, lokasi pasar sebelumnya harus direlokasi karena terdampak pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

”Bangunan gerai dan gudang KDMP membutuhkan luasan lahan sesuai spesifikasi yang ditentukan, sehingga lokasi pasar desa kami rubuhkan untuk lokasi pembangungan,” tuturnya.

Sebagai solusi, Pemdes bersama masyarakat sepakat memindahkan pasar ke lahan baru di sebelah gedung KDMP.

Langkah ini menunjukkan komitmen desa dalam mendukung program nasional tanpa mengabaikan kepentingan warga.

”Sebagai jajaran pemerintah di tingkat desa, kami harus mendukung berjalannya program dari pusat, dengan tetap memperhatikan aspek-aspek lain terutama jika berkaitan dengan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Peduli Kesejahteraan Warga, Pemdes Kepuhrejo Jombang Salurkan Sembako dan Santunan Yatim

Ke depan, Pasar Desa Galengdowo diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga sekaligus mendongkrak pendapatan asli desa (PADesa).

Pemdes juga mengimbau para pedagang untuk menjual komoditas yang berbeda dari gerai KDMP, mengingat lokasi yang berdampingan.

”Merunut pada semboyan Jawa, yakni podo mlakune, pedagang tradisional dan gerai usaha KDMP dapat berjalan beriringan karena memiliki pangsa pasar tersendiri sesuai segmen usahanya,” pungkas Wartomo. (dwi/naz)

 

Editor : Achmad RW
#pasar kaget #Pasar Desa #Jombang #Galengdowo #Wonosalam