Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Serangan Wereng Mulai Hantui Petani di Kabupaten Jombang, Segini Luasannya

Ainul Hafidz • Minggu, 5 Juli 2026 | 07:09 WIB
Ilustrasi tanaman padi yang rusak karena serangan hama wereng
Ilustrasi tanaman padi yang rusak karena serangan hama wereng

RadarJombang.id - Serangan hama wereng mulai menyerang di sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Jombang. 

Dinas Pertanian (Disperta) Jombang memastikan populasi hama tersebut sudah ditemukan, meski masih dalam jumlah rendah dan belum menyebabkan kerusakan luas.

Kepala Disperta Jombang M. Rony melalui Kabid Perlindungan, Pascapanen, dan Pemasaran Hasil Pertanian Akhmad Jani Masyhudi mengatakan, temuan itu diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan, salah satunya di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang.

Baca Juga: Waspada! Hama Wereng Mulai Menyerang Sawah di Jombang, Disperta Keluarkan Peringatan

Kemarin kami melakukan pengamatan di Desa Kedunglosari. Sudah ditemukan populasi, tetapi masih sedikit, satu rumpun sekitar tiga ekor. Masih bisa dikendalikan menggunakan pestisida nabati,” katanya.

Menurut dia, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi pemicu utama meningkatnya risiko serangan wereng. Perubahan suhu dari malam yang dingin ke siang yang panas mempercepat proses penetasan telur hama.

Karena itu, Disperta meminta petani meningkatkan intensitas pengamatan agar serangan tidak berkembang lebih luas. 

Baca Juga: Anomali Cuaca di Jombang Bikin Petani Resah, Hama Wereng Mulai Muncul

”Kalau cuaca seperti ini yang rawan memang wereng. Cuacanya bediding, sementara siang panas. Ini mempercepat penetasan telur. Imbauan kami petani lebih rutin melakukan pengamatan. Jangan sampai sudah terserang baru melapor ke petugas,” ujarnya.

Selain pemantauan, Disperta juga telah mengirim surat kewaspadaan kepada seluruh petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan pemerintah desa.

Wilayah yang selama ini tergolong rawan meliputi Kecamatan Bareng, Mojowarno, Bandarkedungmulyo, dan Perak. Namun, seiring meningkatnya intensitas tanam padi hingga tiga kali setahun akibat program optimalisasi lahan, potensi serangan kini mulai meluas ke daerah lain.

Faktor lain yang mempercepat perkembangan wereng adalah pola tanam tidak serempak, kondisi sawah yang terus tergenang, serta penggunaan pupuk urea berlebihan.

"Daerah yang klasik tetap Bareng, Mojowarno, Bandarkedungmulyo dan Perak. Tetapi sekarang daerah yang sebelumnya tidak termasuk rawan mulai berpotensi karena ada program oplah tanam padi tiga kali,” tuturnya.

Meski demikian, Disperta menegaskan kondisi serangan wereng di Jombang masih dalam tahap terkendali. Namun kewaspadaan ditingkatkan karena cuaca yang tidak stabil dinilai dapat memicu lonjakan populasi hama secara cepat.

”Secara umum masih terkendali. Hanya tingkat kewaspadaan yang harus ditingkatkan karena cuacanya anomali, kadang hujan kadang panas," ujarnya.

Baca Juga: Ancaman Gagal Panen Mengintai, Wereng dan Tungro Serang Puluhan Hektare Sawah di Jombang

Sementara itu, petani di Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, mulai melakukan penyemprotan pestisida sebagai langkah pencegahan.

Tohir, 60, mengaku sebagian lahan di sekitar sawahnya sudah terserang wereng hingga menyebabkan tanaman mengering. 

Punya saya belum kena. Tapi sawah tetangga sebelah selatan sudah kena. Kemarin sore langsung dipanen karena kondisinya sudah garing,” ujarnya. Ia kini rutin menyemprot tanaman dua kali dalam sepekan untuk mencegah penyebaran hama lebih luas. (fid/naz)

 

Editor : Achmad RW
#serangan #Jombang #luasan #hama wereng