RadarJombang.id - Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang memperketat pemantauan debit air pada sumur-sumur yang menjadi sumber Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) selama musim kemarau.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi krisis air bersih, terutama di wilayah yang selama ini rawan kekeringan.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Dian Kusuma Rahmad Subekti melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Sri Rahayu mengatakan, pengecekan dilakukan secara berkala untuk memastikan debit air tetap mencukupi sehingga layanan air bersih kepada masyarakat tidak terganggu.
Baca Juga: Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol Lagi, Petani di Utara Brantas Jombang Terpaksa Andalkan Sumur Bor
”Insya Allah kondisi sekarang masih aman. Jadi selama kemarau kami rutin melakukan pengecekan. Sumur-sumur kami cek, debitnya berapa dan bagaimana kondisinya. Karena tugas kami menjaga supaya SPAM bisa terus berfungsi baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Tak hanya memantau debit air, Perkim juga menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang untuk memastikan kualitas air dari sumber SPAM tetap memenuhi standar kelayakan.
Baca Juga: Geger! Mayat Pria di Jombang Ditemukan Membusuk di Dalam Sumur Rumah Kosong
”Di Kabupaten Jombang terdapat sekitar 80 hingga 90 titik SPAM. Namun, pemantauan diprioritaskan pada wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih saat musim kemarau,” tandasnya.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengawasan di antaranya Dusun Banyuasin, Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan, serta Desa Karangan, Kecamatan Bareng.
Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, kondisi sumber air di wilayah tersebut masih stabil. ”Seperti di Banyuasin, Kecamatan Ngusikan, lalu Desa Karangan, Kecamatan Bareng, kami cek dan tidak ada masalah,” ujarnya.
Baca Juga: Gegara Bertengkar Dengan Pacar, Pemuda Asal Mojoagung Jombang Nekat Lompat ke Dalam Sumur
Hingga awal Juli, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang juga belum berkoordinasi dengan Perkim terkait distribusi air bersih.
Kondisi tersebut mengindikasikan belum ada wilayah yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau.
Meski begitu, Perkim tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah utara Sungai Brantas yang dinilai lebih rentan mengalami kekeringan jika kemarau berlangsung lebih panjang.
Dusun Banyuasin menjadi salah satu titik yang terus dipantau. ”Paling berpotensi itu Banyuasin. Itu sudah dicek terus dan dipantau. Insya Allah aman,” katanya. (fid/naz)
Editor : Achmad RW