Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Disdagrin Jombang Ungkap Penyebab Harga Cabai dan Bumbu Dapur Naik

Anggi Fridianto • Jumat, 1 Mei 2026 | 08:00 WIB
GANTI HARGA: Penjual minyak goreng di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, kemarin.
GANTI HARGA: Penjual minyak goreng di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, kemarin.

 

JOMBANG - Kenaikan harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional mulai menekan daya beli masyarakat.

Pedagang mengaku omzet harian mengalami penurunan cukup tajam, sementara pembeli semakin berhemat dalam berbelanja kebutuhan pokok.

Rahayu, pedagang Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, menyebut harga beras, minyak goreng, hingga bumbu dapur terus merangkak naik. Untuk beras premium, harga naik dari Rp 14.500 menjadi Rp 15.000 per kilogram.

Beras medium dari Rp 14.000 kini Rp 14.500 per kilogram. Minyak goreng kemasan sederhana ukuran satu liter naik dari Rp 22 ribu menjadi Rp 24 ribu. Minyak curah juga ikut naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram. ”Pembeli sekarang lebih irit belanja,” terang Rahayu, Kamis (30/4).

Lonjakan paling terasa terjadi pada cabai. Cabai merah keriting naik dari Rp 28 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Cabai merah besar dari Rp 30 ribu melonjak ke Rp 40 ribu per kilogram.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai di PCN Jombang Mulai Merangkak Naik

 Cabai rawit naik dari Rp 44 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram. Bawang merah naik tipis dari Rp 30 ribu ke Rp 32 ribu, sementara bawang putih justru turun dari Rp 28 ribu menjadi Rp 27 ribu per kilogram.

Akibat kenaikan harga ini, omzet pedagang yang sebelumnya bisa mencapai Rp 9–10 juta per hari, kini hanya sekitar Rp 6–7 juta. ”Kalau semua mahal, jelas sangat berpengaruh ke usaha. Omzet harian juga turun,” keluh Sri Lestari, pembeli yang juga pelaku usaha makanan kecil.

Baca Juga: Lantai Dua PCN Jombang Tetap Mati Suri Sepi Pembeli, Nasib Para Pedagang di Ujung Tanduk

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Anjik Eko Saputro, memastikan pihaknya terus memantau perkembangan harga di lapangan. Koordinasi dengan petugas pasar dilakukan setiap hari untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.

 ”Kami selalu koordinasi dengan teman-teman di lapangan untuk memantau harga sembako di masing-masing pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga bumbu dapur dipicu faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi hasil panen. ”Karena cuaca ekstrem, hasil panen berkurang sementara kebutuhan tinggi,” pungkasnya. (yan/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#daya beli masyarakat turun #harga pangan #Inflasi #Jombang #PCN Jombang