Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Bumbu Dapur dan Minyak di Jombang Terus Merangkak Naik, Ini Penyebabnya

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 29 April 2026 | 07:40 WIB
GANTI HARGA: Penjual minyak goreng di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, kemarin.
GANTI HARGA: Penjual minyak goreng di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, kemarin.

 

JOMBANG – Harga bahan pokok di Jombang terus merangkak naik. Khususnya minyak goreng dan bumbu dapur.

Kenaikan terjadi baik pada minyak goreng kemasan maupun curah. Kenaikan hingga mencapai Rp 2.000 per liter.

Agus, salah satu pedagang di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang mengungkapkan, lonjakan harga mulai terasa sejak beberapa hari terakhir. Di tingkat pedagang, minyak goreng kemasan sederhana ukuran satu liter yang sebelumnya dijual Rp 22 ribu, kini naik menjadi Rp 24 ribu per liter.

’’Minyak curah juga ikut naik. Dari sebelumnya Rp 20 ribu per liter, sekarang jadi Rp 22 ribu,’’ ujarnya.

Sementara untuk minyak goreng merek Minyakita, harga masih relatif lebih rendah, di bawah Rp 20 ribu per liter. Namun, ketersediaannya di pasaran justru menjadi persoalan. ’’Harganya memang lebih murah, tapi barangnya jarang ada,’’ tambahnya.

Bumbu dapur dan sayur mayur di Pasar Citra Niaga Rahayu (PCN) juga mengalami lonjakan dalam dua pekan terakhir.

Kenaikan harga terjadi bertahap sejak awal dua minggu lalu. Dipicu oleh pasokan yang tidak lancar dari daerah pemasok. ’’Naiknya tidak langsung tinggi, tapi bertahap. Sudah sekitar dua mingguan ini. Biasanya karena kiriman barang agak seret,’’ kata Rahayu, salah satu pedagang.

Baca Juga: Perkara Tata Kelola Minyak Mentah: Kasus M Kerry Adrianto Riza yang Merugikan Negara Rp 285,18 Triliun

Cabai merah keriting yang sebelumnya Rp 28 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 35 ribu. Sementara cabai merah besar melonjak dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

’’Cabai ini yang paling terasa. Hampir semua jenis naik, terutama yang merah besar. Pembeli biasanya langsung tanya-tanya kenapa mahal,’’ bebernya.

Untuk bawang merah, naik tipis dari Rp 30 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

Menanggapi kenaikan harga minyak goreng, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Anjik Eko Saputro, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi harga dan distribusi.

’’Untuk stok minyak goreng sebenarnya masih aman. Namun, kami akan cek lagi di lapangan terkait kenaikan harga ini,’’ ungkapnya.

Sedangkan terkait kenaikan bumbu dapur, menurutnya masih dalam batas wajar.

Baca Juga: Libatkan Multisektor, Bapemperda DPRD Jombang Godok Raperda Trantibumlinmas

’’Memang ada fluktuasi harga bumbu dapur, ada yang naik dan ada yang turun. Kenaikannya juga tidak signifikan,’’ ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Disdagrin terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga serta mengantisipasi lonjakan yang berpotensi memberatkan masyarakat.

Selain itu, Anjik juga memastikan ketersediaan stok bumbu dapur di pasaran masih dalam kondisi aman. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

’’Untuk stok bumbu dapur saat ini masih sangat aman,’’ tegasnya.(yan/jif)

Editor : Anggi Fridianto
#harga minyak goreng naik #Disdagrin Jombang #Jombang #Harga Bumbu Dapur Naik