Radarjombang.id – Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Jombang yang siap berangkat tahun ini kembali bertambah.
Dari sebelumnya 1.263 orang, kini menjadi 1.271 orang. Penambahan tersebut berasal dari jemaah cadangan yang naik menggantikan jemaah mutasi keluar maupun yang sebelumnya menunda pelunasan. Meski demikian, data masih bersifat dinamis hingga menjelang hari pemberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang, Ilham Rohim, menyampaikan perubahan jumlah merupakan hal wajar dalam proses persiapan haji.
”Betul, datanya bisa naik turun sampai terakhir pemberangkatan. Kalau ada jemaah mengundurkan diri atau sakit, cadangan naik,” ujarnya.
Untuk sementara, kenaikan tercatat sebanyak 14 orang dari daftar cadangan. Namun, angka tersebut masih berpotensi berubah. ”Naiknya 14. Itu dari cadangan. Namun besok bisa jadi akan berubah,” jelasnya.
Ilham memastikan seluruh jemaah yang masuk daftar berangkat telah melalui tahapan verifikasi, termasuk istitha’ah kesehatan dan pelunasan biaya haji. ”Sudah istitha’ah, sudah pelunasan, artinya siap berangkat,” tegasnya.
Bagi jemaah cadangan yang baru naik, manasik haji akan digelar susulan setelah Ramadan. Hal itu sekaligus menunggu kemungkinan adanya tambahan jemaah cadangan lain. “Insya allah setelah Ramadan. Biar sekalian,” katanya.
Terkait kuota, Ilham menegaskan belum ada tambahan kuota untuk Jawa Timur. Jumlahnya tetap sesuai penetapan awal, sekitar 42 ribu jemaah se-Jatim. ”Belum ada pemberitahuan tambahan kuota. Masih sesuai data awal,” ungkapnya.
Sementara itu, pembagian kloter untuk Jombang dipastikan masuk dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni 60, 61, 62, dan 63. Komposisi tersebut sudah final. Namun, penempatan jemaah cadangan masih menunggu dinamika di tingkat provinsi. ”Kalau ada kabupaten lain yang kosong karena mundur, bisa diisi dari sini,” pungkas Ilham. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto